Senin 22 Dec 2025 19:39 WIB

BSN Hari Ini Resmi Beroperasi, Bidik Celah Inklusi Keuangan Syariah

Operasional perdana ini menjadi bukti kesiapan perseroan.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Satria K Yudha
Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional Alex Sofjan Noor (tengah) didampingi Direktur Network & Retail Funding BSN Ari Kurniaman (kiri), SEVP BSN Maqin U. Norhadi dan Kepala Cabang BSN Jakarta Harmoni Nurul Astuti  berbincang dengan nasabah saat menandai resmi beroperasinya layanan perseroan secara nasional dengan mengunjungi Kantor Cabang BSN Jakarta Harmoni, di Jakarta, Senin (22/12/ 2025). PT Bank Syariah Nasional (BSN) secara resmi menandai perjalanan barunya di industri perbankan syariah Tanah Air dengan mulai beroperasi secara serentak di seluruh cabang di Indonesia. Mengusung visi menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah, BSN optimistis dapat menjadi katalisator di industri perbankan syariah nasional. BSN menggarap peluang besar di ekosistem perbankan syariah melalui penguatan layanan digital serta optimalisasi jaringan di 35 Kantor Cabang Syariah, 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah dan 589 Kantor Layanan Syariah untuk melakukan penetrasi kepada target konsumen di wilayah operasional masing-masing.d
Foto: Dok Republika
Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional Alex Sofjan Noor (tengah) didampingi Direktur Network & Retail Funding BSN Ari Kurniaman (kiri), SEVP BSN Maqin U. Norhadi dan Kepala Cabang BSN Jakarta Harmoni Nurul Astuti berbincang dengan nasabah saat menandai resmi beroperasinya layanan perseroan secara nasional dengan mengunjungi Kantor Cabang BSN Jakarta Harmoni, di Jakarta, Senin (22/12/ 2025). PT Bank Syariah Nasional (BSN) secara resmi menandai perjalanan barunya di industri perbankan syariah Tanah Air dengan mulai beroperasi secara serentak di seluruh cabang di Indonesia. Mengusung visi menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah, BSN optimistis dapat menjadi katalisator di industri perbankan syariah nasional. BSN menggarap peluang besar di ekosistem perbankan syariah melalui penguatan layanan digital serta optimalisasi jaringan di 35 Kantor Cabang Syariah, 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah dan 589 Kantor Layanan Syariah untuk melakukan penetrasi kepada target konsumen di wilayah operasional masing-masing.d

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi beroperasi pada Senin (22/12) setelah menyelesaikan proses spin-off dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Langkah ini menandai babak baru penguatan industri perbankan syariah nasional di tengah masih rendahnya inklusi keuangan syariah.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menegaskan operasional perdana ini menjadi bukti kesiapan perseroan menjalankan peta jalan bisnis. “Peresmian operasional BSN pada hari ini merupakan hasil kerja keras dari rangkaian proses panjang yang dilalui perseroan dengan dukungan kuat para pemangku kepentingan,” kata Alex dalam keterangan, Senin (22/12/2025).

Baca Juga

BSN melihat peluang besar dari ekosistem syariah yang belum tergarap optimal di luar pembiayaan perumahan. Produk seperti tabungan emas, tabungan haji dan umroh, hingga gadai emas dinilai masih terbuka luas seiring besarnya populasi Muslim di Indonesia.

Alex menyebut tingkat literasi keuangan syariah sudah relatif tinggi, tetapi akses masih menjadi persoalan utama. “Menurut Alex, masyarakat sudah mengetahui produk dan layanan perbankan syariah. Hanya saja, tantangannya adalah mempermudah masyarakat dalam mengakses produk dan layanan perbankan syariah,” demikian disampaikan perseroan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BSN mendorong penguatan layanan digital yang dibarengi perluasan jaringan fisik. Saat ini BSN mengoperasikan 35 Kantor Cabang Syariah, 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah, dan 589 Kantor Layanan Syariah.

Pendekatan digital dinilai penting agar layanan syariah lebih dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha. “Kami menggabungkan pendekatan digital dan daring agar produk-produk BSN semakin mudah diakses oleh individu maupun pelaku usaha,” ujar Alex.

Kinerja keuangan BSN menunjukkan tren positif menjelang operasional penuh sebagai bank umum syariah. Per September 2025, pembiayaan tumbuh 19,7 persen secara tahunan menjadi Rp51,1 triliun, sementara dana pihak ketiga naik 19,3 persen menjadi Rp56,9 triliun.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong kenaikan aset menjadi Rp68,4 triliun per akhir September 2025. Setelah penggabungan dengan Bank Victoria Syariah, total aset BSN mencapai Rp71,3 triliun per November 2025.

Skala usaha tersebut menempatkan BSN sebagai bank umum syariah terbesar kedua di Indonesia. “BSN akan memaksimalkan ini untuk memperbesar pembiayaan dan memperluas ekspansi pasar,” kata Alex.

Ihwal transisi kelembagaan, BSN memastikan tidak ada perubahan yang membebani nasabah. Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan regulator dan layanan tetap berjalan normal.

Alex menegaskan keamanan dan kenyamanan nasabah tetap menjadi prioritas utama perseroan. “Kami memastikan keamanan dan kenyamanan nasabah adalah prioritas utama BSN,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement