Sabtu 30 Mar 2024 14:10 WIB

Masjid Islamic Center Mataram tak Sekadar Tempat Ibadah

Area Islamic Center, lokasi piknik religi Ramadhan yang komplet.

Foto udara suasana jelang malam kawasan Islamic Center NTB di Mataram, NTB, Jumat (11/2/2022).
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Foto udara suasana jelang malam kawasan Islamic Center NTB di Mataram, NTB, Jumat (11/2/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pulau Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mayoritas penduduknya Suku Sasak penganut agama Islam, dijuluki sebagai Pulau Seribu Masjid.

Pulau Lombok luasnya sekitar 5.435 kilometer persegi dengan jumlah penduduk pada tahun 2023  sebanyak  3.936.194 jiwa. Sementara berdasarkan catatan Taufan Hidjaz, seorang dosen dari Institut Teknologi Nasional, di daerah ini terdapat 3.767 masjid besar dan 5.184 masjid kecil yang tersebar di 518 desa.  

Baca Juga

Julukan Pulau Seribu Masjid disematkan kepada Pulau Lombok  karena di daerah ini memang terdapat banyak masjid. Satu lingkungan di daerah ini minimal memiliki satu masjid.

Salah satu masjid terbesar di Provinsi NTB adalah Masjid Hubbul Wathan Islamic Center yang berada  di Jalan Udayana Nomor 1, Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, NTB. 

 

Masjid Hubbul Wathan berikut komplek Islamic Center mulai dibangun pada  Maret 2010 dan selesai tepat pada Desember 2013. Setelah selesai proses pembangunan, masjid ini diresmikan oleh Gubernur NTB saat itu TGB HM Zainul Majdi.

Islamic Center berdiri di atas lahan seluas 7,76 hektare, berlantai empat dan  dilengkapi dengan 5 menara yang salah satunya memiliki tinggi 99 meter sesuai dengan Asmaul Husna yakni nama-nama terbaik yang disandarkan pada sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Seiring dengan berjalannya waktu, Islamic Center NTB tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga menjadi tempat berwisata karena arsitekturnya yang unik dan bangunanya yang megah.

Masjid Hubbul Wathan Islamic Center  memiliki empat lantai dengan luas 36.000 meter persegi dan bangunan berwarna perpaduan putih, kuning dan toska. Masjid ini memiliki ciri khas pada kubah utamanya yang dibuat dengan tema Batik Sasambo yang seperti menyala di malam hari.

Pada hari-hari biasa, Islamic Center selain menjadi tempat shalat berjamaah lima waktu juga menjadi tempat wisata religi bagi sejumlah wisatawan baik domestik, nusantara, maupun wisatawan mancanegara.

Kemegahan Masjid Islamic Center menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lombok. Terasa ada yang kurang jika ke Lombok tapi tidak mampir ke Islamic Center.

Memasuki bulan suci Ramadhan, Masjid Islamic Center tidak pernah sepi dari jamaah baik yang ingin menunaikan shalat lima waktu, ngabuburit, berbuka bersama, hingga tarawih bersama.

"Area Islamic Center, lokasi piknik religi Ramadhan yang komplet," kata Suci salah satu warga Kota Mataram yang datang ke Islamic Center untuk berbuka dan ibadah bersama keluarga.

 Suci bersama suami dan dua putranya yang merupakan warga asli Kota Mataram. Sejak beberapa tahun terakhir ini selalu menjadwalkan untuk buka bersama di Islamic Center, terutama ketika anak-anak libur sekolah.

Dari pagi, ia sudah sibuk mempersiapkan menu buka puasa mulai dari ayam goreng, oseng tempe, urap, aneka minuman dan menu pendamping lainnya untuk berbuka bersama di selasar Islamic Center.

Suci mengaku sangat senang dan bahagia bisa merasakan berbuka di masjid terbesar dan terindah di daerah ini. Bahkan ia tidak sedikitpun merasa berat atau kerepotan harus membawa bekal untuk berbuka puasa pada Ramadhan 1445 Hijriah.

Setelah berbuka bersama, Suci bersama keluarga melaksanakan shalat magrib berjamaah dilanjutkan dengan shalat isya dan tarawih berjamaah. Suci bersama keluarga akan kembali ke rumah setelah selesai melaksanakan shalat tarawih sekitar pukul 22.30 WITA.

 

Imam dari Timur Tengah

Hal yang paling berkesan bagi keluarga mereka adalah bisa shalat tarawih diimami oleh iman-imam besar dari Negara Timur Tengah. Setiap malam imam-imam besar dari Timur Tengah akan membaca ayat Alqur'an untuk shalat tarawih sebanyak satu juz. Dengan demikian, jika jamaah bisa ikut shalat tarawih selama Ramadhan, sama dengan mengkhatamkan Alqu'ran sebanyak 30 juz.

Hal senada juga diungkapkan rombongan keluarga Baiq Isah, yang juga memilih berbuka bersama keluarga besarnya di sekitar Islamic Center. Baiq yang datang bersama belasan anak, menantu, dan cucu, pada hari-hari tertentu atau libur sekolah juga memilih berbuka bersama di Islamic Center dengan membawa bekal dari rumah.

Kendati Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan Bazar Khazanah Ramadhan bagi masyarakat yang ingin berbuka di sekitar Masjid Islamic Center, tapi Baiq bersama anak dan menantunya merasa lebih puas untuk berbuka dengan masakan sendiri. Jika membawa bekal dari rumah, menu berbuka sesuai selera dan lebih puas.

Seperti keluarga Suci, keluarga Baiq ini juga memilih berbuka dan beribadah di Islamic Center karena merasa aman dan nyaman. Bahkan, pada setiap malam ganjil 10 hari terakhir Ramadhan, keluarga mereka menginap di Islamic Center untuk melakukan iktikaf sebagai menjadi salah satu amalan sunah di bulan Ramadhan.

Setelah selesai shalat subuh, barulah Baiq dan keluarga kembali ke rumah untuk beraktivitas dan mempersiapkan diri untuk berbuka dan ibadah lainnya di Islamic Center pada sore hari.

Dari pengalaman Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, jumlah jamaah yang datang untuk buka bersama, tarawih, iktikaf dan sahur bersama akan meningkat drastis saat 10 hari terakhir bulan puasa. Bahkan yang datang hanya dari warga seputar Kota Mataram, melainkan juga dari luar Kota Mataram seperti Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, hingga Lombok Timur.

Petugas Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Herman, membenarkan pernyataan fenomena tersebut. "Iya, pada 10 hari terakhir Ramadhan, jamaah yang beribadah di Islamic Centar akan lebih banyak," kata dia.

Terkait dengan itu, pengelola Islamic Center juga telah menyiapkan berbagai peningkatan pelayanan baik dari sisi kebersihan, persediaan air bersih, tempat wudu, toilet, areal bermain anak, areal parkir dan lainnya. Selain itu, pengawasan terhadap keamanan dan kenyamanan jamaah juga menjadi prioritas utama pelayanan terus ditingkatkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Islamic Center Mataram terbuka untuk umum. Pengunjung harus memakai pakaian yang menutupi aurat. Untuk mengunjungi masjid ini dari Bandara Internasional Lombok menuju Islamic Center Lombok berjarak  38 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam. 

Untuk masuk ke tempat ini tidak dipungut biaya atau gratis. Wisatawan hanya dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000 per orang untuk wisatawan asing. 

Islamic Center NTB  memang kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga menjadi tempat yang diminati banyak wisatawan karena arsitektur yang unik dan bangunannya yang megah.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement