Kamis 28 Mar 2024 16:18 WIB

BSI Dukung Pembiayaan Sawit Bagi Petani Plasma

Desember 2023 BSI menyalurkan pembiayaan untuk segmen UKM sebesar Rp 19,35 triliun

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Nasabah sedang menyetorkan uang di kantor cabang BSI The Tower Jakarta.
Foto: Dok Republika
Nasabah sedang menyetorkan uang di kantor cabang BSI The Tower Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) secara konsisten mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Net Zero Emission (NZE) dari berbagai aspek. Salah satunya pembiayaan ramah lingkungan dengan membidik sektor pertanian melalui BSI Mitra Plasma Sawit.

SVP SME Business BSI Risqi Widayat mengatakan, saat ini perseroan telah memiliki produk pembiayaan usaha kecil menengah (UKM) di bidang agrikultur. Salah satunya adalah program BSI Mitra Plasma Sawit.  Pembiayaan ini ditujukan kepada para petani plasma sawit yang terdaftar sebagai anggota dari koperasi plasma binaan perusahaan inti sawit.

BSI, lanjut Risqi, secara konsisten membiayai sektor agrikultur. Per Desember 2023 BSI menyalurkan pembiayaan untuk segmen UKM sebesar Rp 19,35 triliun yang terbagi ke dalam berbagai sektor. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian menyerap sekitar Rp 5,53 triliun atau sebesar 28,6 persen dari total portofolio pembiayaan UKM Perseroan untuk sekitar 60 ribu petani dan 197 koperasi.

“Produk ini (BSI Mitra Plasma Sawit) dapat digunakan untuk pembiayaan project financing pembangunan dan penanaman untuk kebun baru maupun replanting atau peremajaan. Hal ini akan memudahkan petani plasma sawit untuk mengembangkan lahannya agar produktif,” kata Risqi, Kamis (28/3/2024).

 

Dia menekankan, pada 2024 ini BSI tetap akan agresif menyalurkan pembiayaan bagi sektor pertanian dengan mengembangkan skema ekosistem. Sebab, pertanian merupakan sektor unggulan berpotensi tinggi untuk pembiayaan di segmen UKM dengan skema bisnis sesuai prinsip syariah dan ramah lingkungan.

Risqi menyebutkan, pembiayaan melalui program tersebut diberikan kepada petani plasma yang tergabung dalam koperasi binaan dari perusahaan inti dengan pola kemitraan. Salah satu kriteria perusahaan inti yang dapat menjadi offtaker yaitu telah sertifikasi ISPO dan atau RSPO.

Seperti diketahui, kedua sertifikasi tersebut dirancang untuk memastikan bahwa minyak sawit yang dihasilkan, diproduksi dengan cara yang bertanggung jawab terhadap aspek lingkungan serta sosial masyarakat sekitar. 

Kedua sertifikasi ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif industri minyak sawit pada lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Produk BSI Mitra Plasma Sawit juga memiliki peran untuk mengembangkan perekonomian dan taraf hidup para petani. Oleh karena itu dalam menghadirkan produk tersebut, perseroan telah mengacu pada regulasi dalam penerapan prinsip keberlanjutan.

“Beberapa hal yang kami lakukan di antaranya adalah menerapkan 8 prinsip keberlanjutan sesuai dengan Peraturan OJK. Seperti prinsip investasi bertanggung jawab, pendekatan investasi yang mempertimbangkan faktor ekonomi, sosial, lingkungan hidup, dan tata kelola dalam pengambilan keputusan investasi. Dengan begitu, diharapkan BSI dapat mengelola risiko secara lebih baik dan menghasilkan keuntungan jangka panjang yang berkelanjutan,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement