Ahad 17 Mar 2024 23:10 WIB

Kepri Telah Menjadi Produsen Produk Halal Domestik dan Global

Ekspor produk halal di Kepri telah berkontribusi Rp 120 miliar.

Logo Halal
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Logo Halal

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan daerahnya telah menjadi produsen produk halal dalam memenuhi pasar produk halal domestik maupun global.

Menurutnya pada 2022 dan 2023, ekspor produk halal di Kepri telah berkontribusi Rp 120 miliar melalui Bintan Industrial Estate sebagai Kawasan Bintan Inti Halal Hub. Salah satu produk ekspor utamanya ialah kelapa.

Baca Juga

"Melalui dukungan program industri halal, Kepri sejak 2021 sampai 2023 berhasil memperoleh penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) sebagai provinsi dengan program halal terbaik di Indonesia," kata Ansar.

Ansar menyatakan capaian ini berkat kontribusi Pemprov Kepri bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Syariah (KDEKS) setempat dalam rangka menjadikan Kepri sebagai salah satu pionir terhadap kemajuan ekonomi dan keuangan syariah dalam perwujudan Indonesia sebagai pusat halal dunia, salah satunya melalui penguatan ekosistem keuangan syariah melalui program halal center.

Program itu dipusatkan di Perguruan Tinggi STAIN Abdurahman dan Politeknik Batam, di mana mencakup peran mulai dari sertifikasi halal yang telah mencapai 10.845 sertifikat halal, pendampingan, pelatihan, kurasi produk dan perluasan pangsa pasar produk halal.

"Hal ini sesuai arahan Pak Wapres selaku Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Syariah (KNEKS)," ucap Ansar.

Selain itu, kata Ansar, Pemprov Kepri juga terus melakukan penguatan modal bagi pelaku UMKM dengan Subsidi bunga nol persen. Melalui Bank Riau Kepri (BRK) Syariah sejak November 2021 sampai Februari 2024 dengan penyaluran Rp21,78 miliar. Jumlah total penerima manfaat sebanyak 1.133 UMKM.

"Untuk tahun ini diproyeksikan sekitar 2.000 UMKM dengan total penyaluran sekitar Rp 60 miliar," ungkap Ansar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Suryono melaporkan, di Kepri, berlanjutnya pemulihan ekonomi tercermin dari pertumbuhan ekonomi Kepri 2023 sebesar 5,20 persen. "Angka ini adalah pertumbuhan tertinggi di Sumatra dan lebih tinggi dari nasional," kata Suryono.

Ia optimistis produk halal di Kepri, salah satunya pariwisata halal akan terus berkembang karena letak geografis yang berdekatan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Apalagi tingkat kunjungan wisman ke Kepri didominasi warga Malaysia dan Singapura.

"Ini jadi peluang yang sangat bagus kalau dioptimalkan dengan baik, karena pariwisata halal akan mendongkrak kunjungan wisman ke Kepri, terutama Malaysia yang mayoritas penduduknya umat Muslim, sama halnya dengan Kepri," kata dia.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement