Kamis 01 Feb 2024 15:30 WIB

Laba Tumbuh 33 Persen, BSI Berhasil Cetak Kinerja Impresif 

Pembiayaan dan penghimpunan DPK memberikan kontribusi optimal BSI.

Direktur Information Technology BSI Saladin Effendi, Direktur Treasury & International Banking BSI Moh Adib, Direktur Retail Banking BSI Ngatari, Direktur Risk Management BSI Grandhis H. Harumansyah, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta, Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho, Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, Direktur Wholesale Transaction Banking BSI Zaidan Novari, dan Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi saat pemaparan kinerja triwulan IV 2023 di The Tower Jakarta, Kamis (01/2).
Foto: dok BSI
Direktur Information Technology BSI Saladin Effendi, Direktur Treasury & International Banking BSI Moh Adib, Direktur Retail Banking BSI Ngatari, Direktur Risk Management BSI Grandhis H. Harumansyah, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta, Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho, Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, Direktur Wholesale Transaction Banking BSI Zaidan Novari, dan Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi saat pemaparan kinerja triwulan IV 2023 di The Tower Jakarta, Kamis (01/2).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. (BSI) berhasil menjaga kinerja keuangan tetap tumbuh secara impresif di tengah tantangan dan ketidakpastian perekonomian global karena meningkatnya tensi geopolitik dunia. Keberhasilan BSI dalam menjaga kinerja positif itu ditunjukkan dengan pencapaian laba yang tumbuh 33,88 persen (yoy) menjadi Rp 5,70 triliun hingga kuartal IV/2023.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa kontributor utama penopang kinerja positif BSI di antaranya adalah pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan dana murah yang tumbuh dua digit, respon strategi yang tepat serta model bisnis yang fleksibel dan terdigitalisasi.

“Alhamdulillah, di tengah situasi perekonomian global yang penuh ketidakpastian, BSI kembali membuktikan diri berhasil mencetak kinerja yang sangat baik. Hal ini tidak lepas dari langkah BSI dalam melakukan strategic response yang tepat, adaptif, dan terus berinovasi pada bisnis yang memiliki demand tinggi di market. Juga didukung komitmen kami yang senantiasa melakukan optimalisasi literasi inklusi keuangan syariah di seluruh sektor potensial,” ujar Hery. 

Hery menambahkan, business model yang fleksibel dan terkoneksi dengan digital juga memberikan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan kinerja. Dengan business model yang fleksibel dan terdigitalisasi, BSI mampu mengakses masyarakat di semua segmen, baik masyarakat individu atau ritel, pelaku UMKM, maupun korporat. 

Oleh karena itu, menurut dia, hadirnya BSI menjadi Beyond Sharia Banking menjadi hal utama. Di mana perseroan menawarkan produk serta jasa bank yang lebih variatif dengan skema keuangan yang tidak dimiliki oleh bank syariah lainnya.

“Selain itu, pemerintah juga mendukung regulasi perbankan syariah, sehingga memberikan peluang besar bagi BSI untuk ambil bagian dalam proyek-proyek nasional,” lanjutnya.

Dari sisi fungsi intermediasi, pertumbuhan pembiayaan dan penghimpunan DPK memberikan kontribusi yang optimal dibandingkan dengan capaian kinerja tahun lalu. 

Sepanjang 2023, BSI mencatat jumlah pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 240,32 Triliun atau tumbuh 15,70 persen year on year, dengan kualitas pembiayaan (NPF) gross membaik pada posisi 2,08 persen. Komposisi pembiayaan yang disalurkan didominasi oleh segmen konsumer (54,32 persen), wholesale (28,09 persen) dan retail (17,58 persen). 

Tingginya penyaluran pembiayaan di segmen berkelanjutan juga menunjukkan komitmen dan konsistensi BSI terhadap segmen tersebut. Hingga Desember 2023, pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp 57,7 triliun yang didominasi sektor UMKM sebesar Rp 45,4 triliun, disusul sustainable agriculture Rp 4,8 triliun, eco-efficient product Rp 5,8 triliun, energi terbarukan Rp 1,1 triliun dan proyek eco-green Rp 549,6 miliar.

Adapun penghimpunan DPK BSI hingga Desember 2023 mencapai Rp 293,77 triliun, tumbuh 12,35 persen (yoy). Dari jumlah tersebut, komposisi tabungan yang merupakan dana murah mencapai Rp 124,73 triliun atau 40 persen dari keseluruhan DPK. 

Selain itu, pencapaian kinerja positif BSI 2023 juga didukung oleh naiknya pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang naik 12,08 persen (yoy) menjadi Rp 4,20 triliun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement