Rabu 10 Jan 2024 15:21 WIB

Targetkan Tabungan Haji Naik 15 Persen, Bank Muamalat Akan Hadirkan Produk Baru

Daftar tunggu jamaah haji di Indonesia mencapai sekitar 5,3 juta orang.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Lida Puspaningtyas
ilustrasi:ekonomi syariah - Gedung Bank Muamalat
Foto: Republika/Prayogi
ilustrasi:ekonomi syariah - Gedung Bank Muamalat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Muamalat terus memacu pertumbuhan tabungan haji sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan volume porsi haji. Peluncuran sejumlah variasi produk dan kerja sama baru akan digencarkan pada tahun ini.

SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan, pihaknya akan menyiapkan produk baru untuk tabungan pendaftaran haji dan pelunasan haji. Salah satu contohnya  adalah tabungan dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga

Selain itu juga akan ada produk tabungan yang dipaketkan dengan bancassurance.

Pionir bank syariah ini juga akan menggenjot kerja sama dengan lembaga pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi serta sebagai mitra aggregator akuisisi tabungan haji dengan paket yang menarik.

 

“Dengan berbagai inisiatif tersebut, tabungan haji kami targetkan dapat tumbuh lebih dari 15 persen pada tahun ini, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan pada tahun lalu,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (10/1/2024).

Dedy menjelaskan, sebagai pionir bank syariah di Tanah Air yang dimiliki oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pihaknya ingin memaksimalkan potensi yang ada di dalam ekosistem haji dan umrah. Selain kemudahan perencanaan haji melalui Tabungan iB Hijrah Haji, Bank Muamalat juga gencar mengkampanyekan program #HajiAnakHebat dalam rangka mendorong persiapan ibadah haji anak sedini mungkin.

Selanjutnya, nasabah yang mendaftarkan porsi haji di Bank Muamalat akan dibekali dengan kartu Shar-E debit Ihram yang dapat digunakan untuk bertransaksi di Tanah Suci. Kartu ini dapat digunakan di mesin ATM milik Bank Al Rajhi yang tersebar di Makkah, Madinah dan Jeddah serta tersedia pilihan transaksi berbahasa Indonesia.

Selain itu, kartu Shar-E debit Ihram berlogo VISA juga dapat digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM dan Electronic Data Capture (EDC) berlogo VISA/Plus di Arab Saudi. Ia menambahkan, bagi calon jamaah haji yang perkiraan waktu keberangkatannya masih lama tetapi ingin segera ke Tanah Suci, Bank Muamalat menyediakan produk pembiayaan haji khusus dan umrah.

Sebelumnya, Bank Muamalat telah melakukan transformasi digital dimana pendaftaran porsi haji bisa dilakukan secara daring melalui mobile banking Muamalat DIN tanpa harus datang ke kantor cabang. Dikombinasikan dengan aplikasi Haji Pintar milik Kementerian Agama Republik Indonesia, maka pendaftaran hingga pelunasan biaya haji bisa dilakukan secara daring.

Diaspora Indonesia yang berada di luar negeri, juga dapat memanfaatkan layanan Bank Muamalat tersebut. Layanan ini sudah tersedia untuk warga negara Indonesia di Malaysia, Hong Kong dan Taiwan.

Selain itu, aplikasi BPKH Virtual Account (BPKH VA) telah terhubung dengan aplikasi Muamalat DIN. Melalui sinergi ini, calon jemaah haji yang telah memiliki nomor porsi, baik nasabah Bank Muamalat maupun non-nasabah dapat menggunakan menu Bank Haji di Muamalat DIN untuk melihat nilai manfaat dari hasil pengelolaan yang dilakukan BPKH.

Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara dengan kuota haji terbesar di dunia dimana saat ini daftar tunggu jamaah haji di Indonesia mencapai sekitar 5,3 juta orang. Dari total 5,3 juta jemaah tersebut, sekitar 15 persen merupakan nasabah Bank Muamalat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement