Sabtu 30 Dec 2023 21:45 WIB

NTB Luncurkan 30 Kalender Pariwisata 2024

CoE NTB akan dimeriahkan dengan beragam event-event.

Foto udara danau air asin kawasan hutan mangrove di Gili Meno, Desa Gili Indah, Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (23/10/2023). Kawasan wisata perairan Gili Meno merupakan bagian dari pulau Gili Matra (Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan) yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan nasional seluas sekitar 2.954 hektare untuk melindungi, melestarikan dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati laut, terumbu karang, ikan karang dan lamun.
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Foto udara danau air asin kawasan hutan mangrove di Gili Meno, Desa Gili Indah, Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (23/10/2023). Kawasan wisata perairan Gili Meno merupakan bagian dari pulau Gili Matra (Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan) yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan nasional seluas sekitar 2.954 hektare untuk melindungi, melestarikan dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati laut, terumbu karang, ikan karang dan lamun.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meluncurkan 30 kalender pariwisata atau  Calendar of Event (CoE) 2024 yang berlangsung di Desa Wisata Bilebante, Lombok Tengah, Sabtu (30/12/2023).

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaluddin Malady mengatakan pada 2023, NTB telah berhasil menorehkan banyak prestasi terutama di bidang pariwisata, mulai dari Juara I Destinasi Ramah Muslim di Indonesia, mendapatkan penghargaan pada Inovasi Government Award, Juara I pada lomba Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia, dan penghargaan sebagai Destinasi Pariwisata Kualitas Terbaik di Indonesia.

Baca Juga

"Dengan banyak prestasi yang telah kita dapatkan, Pemerintah Provinsi NTB mengharapkan penguatan kerja sama dengan seluruh pentahelix di NTB sehingga event-event di 2024 bisa terlaksana dengan baik," ujarnya.

Ia mengatakan CoE NTB akan dimeriahkan dengan beragam event-event, mulai dari olahraga, musik, budaya dan masih banyak lagi. Kegiatan tersebut dimulai dari bukan Pebruari hingga Desember 2024.

Di antara kalender pariwisata NTB itu, yakni Sadeka Ponaan yang digelar pada 11 Februari 2024 di Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa. Festival bau nyale pada 16-17 Februari di Pantai Seger Lombok Tengah. Merumatta Coast Trail di Pantai Senggigi Lombok Barat pada 24 Februari.

Selanjutnya bergeser di Maret, Pesona Khazanah Ramadhan yang dilaksanakan di Kota Mataram, Ibu Kota Provinsi NTB. Di bulan April, dilaksanakan Festival Rimpu Mantika di Kota Bima pada tanggal 27.

Kemudian usai dari Kota Bima, dilaksanakan Lebaran Topat di Kabupaten Lombok Barat pada 29 April. Rinjani 100 pada 24-26 Mei di Sembalun Lombok Timur. L'etape Indonesia pada 26 Mei di Mandalika, Asia Road Racing Championship juga di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah.

Selanjutnya MXGP Samota pada 30 Juni di Sirkuit Samota, Sumbawa. Sukarara Begawai Jelo Nyesek Juli di Lombok Tengah. Festival Melala pada 6 Juli di Sumbawa. MXGP Lombok 7 Juli di Sirkuit Eks Bandara Selaparang. Shell Eco Marathon pada 26 Juli di Sirkuit Mandalika.

Alunan Budaya Pringgasela pada 12-20 Juli di Lombok Timur, Festival Lakey pada 25-28 Juli di Kabupaten Dompu. Sail Boat Race di Pantai Elak-Elak Lombok Barat pada 25 Agustus. Gili Festival bulan September di Gili Trawangan Lombok Utara.

Ballona Festival di Pantai Kertasari pada 1-15 September di Kabupaten Sumbawa Barat. MotoGP Mandalika pada 27-29 September di Sirkuit Mandalika. Lombok Sumbawa Fair pada 27-29 September di Mandalika. Senggigi Sunset Jazz di Pantai Kerandangan 29 September. Pacoa Jara Oktober di Kabupaten Dompu.

Alunan Budaya Pengadangan pada 16 Oktober di Lombok Timur. Perang Topat pada 19 September di Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Lombok Sumbawa Tenun Festival pada September di Kota Mataram.

Pesona Pantai Karakat bulan Desember di Lombok Timur. Festival Budaya Maloka di Lombok Timur juga dilaksanakan Desember. Maulid Adat Bayan di Lombok Utara, dan Lombok Syariah Festival.

Dari 30 kegiatan pariwisata yang akan digelar, enam diantaranya masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) di antaranya Perang Topat, Alunan Desa Budaya Pringgasela, Rimpu Mantika, Bau Nyale, Festival Balona, dan Lebaran Topat

"Sementara sisanya masuk dalam kalender event daerah," katanya.

Sementara Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata NTB Mulki, mengatakan peluncuran CoE 2024 ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di akhir tahun.

"Melalui peluncuran CoE ini kami mengharapkan kunjungan wisatawan di NTB semakin meningkat," katanya.

Diketahui, tahun 2024 NTB menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 2,5 juta wisatawan, baik nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman).

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement