Selasa 26 Dec 2023 13:20 WIB

SGIE Terbaru Diluncurkan Hari Ini! Bagaimana Posisi Indonesia?

Indonesia termasuk dalam enam negara yang membungkus investasi syariah terbesar.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Lida Puspaningtyas
Wakil Presiden Ma
Foto: KIP/Setwapres
Wakil Presiden Ma

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) terbaru tahun 2023/2024 akan diluncurkan hari ini, Selasa (26/12/2023) pada pukul 15.00 WIB. Bagaimana posisi Indonesia?

Sebelumnya pada SGIE Report 2022, Indonesia berada di posisi keempat, sama seperti posisi tahun 2021. Laporan tersebut diluncurkan DinarStandard di Dubai, Uni Emirate Arab pada Maret 2022.

Baca Juga

Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirate Arab. CEO DinarStandard Rafi-uddin Shikoh menyampaikan, meski tetap berada di peringkat yang sama seperti tahun lalu, Indonesia mengalami kenaikan signifikan di sektor makanan halal.

Indonesia naik dua peringkat ke posisi kedua dalam sektor makanan halal. Ekspor makanan halal nasional ke berbagai negara OKI meningkat 16 persen pada 2021.

 

Menurut laporan, Indonesia berada di posisi keenam pada sektor keuangan syariah, ketiga dalam modest fashion, kesembilan dalam farmasi dan kosmetik. Hanya saja, Indonesia tidak masuk Top 10 untuk pariwisata ramah muslim dan media hiburan.

Laporan menyebutkan, konsumsi ekonomi syariah global yang mencakup enam sektor ekonomi riil mencapai dua triliun dolar AS oleh 1,9 miliar Muslim seluruh dunia hingga kuartal III 2021. Aset keuangan syariah global tercatat 3,6 triliun dolar AS, tumbuh 7,8 persen (yoy).

Kontribusi terbesar konsumsi sektor riil berasal dari makanan halal yang sebesar 1,67 triliun dolar AS, tumbuh 7,1 persen. Diikuti oleh modest fashion sebesar 375 miliar dolar AS yang tumbuh 6,1 persen, media dan rekreasi sebesar 308 miliar dolar AS atau tumbuh 7,5 persen.

Diproyeksikan, dengan pertumbuhan rata-rata 7,5 persen per tahun, konsumsi dalam ekonomi syariah global dapat mencapai 2,8 triliun dolar AS pada 2025. Dari sisi investasi di sektor ekonomi syariah, terjadi peningkatan signifikan hingga 118 persen (yoy) menjadi 25,7 miliar dolar AS.

Indonesia termasuk dalam enam negara yang membungkus investasi terbesar atau lebih dari 20 transaksi investasi selama 2020-2021. Negara lainnya adalah Uni Emirate Arab, Malaysia, Arab Saudi, Mesir, dan Turki.

Mayoritas atau sekitar 66,4 persen investasi ditanamkan pada sektor keuangan syariah. Diikuti oleh makanan halal sebesar 15,5 persen, farmasi sebesar delapan persen, media lima persen, dan perjalanan sebesar 4,9 persen.

Impor berbagai negara Organisasi Kerja Sama Islam tercatat 279 miliar dolar AS pada 2020. Didominasi oleh halal food sebesar 72 persen. Laporan yang menghitung indeks peringkat dari 81 negara ini mencatat pergerakan signifikan Indonesia pada halal food, diikuti farmasi dan kosmetik, dan fashion.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement