Rabu 29 Nov 2023 17:52 WIB

BSI Sebut Sudah Penuhi Aturan Free Float 7,5 Persen

Saat ini sebesar 51,47 persen saham BSI tercatat dimiliki oleh Mandiri.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengisi kuliah umum dalam rangka kegiatan literasi keuangan syariah yang bertajuk Sharia Financial Literacy: Islamic Banking & Future of Work di Theater Room, Tower B UIII Depok,  Selasa (21/11/2023). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen untuk mencapai visinya menjadi Top 10 Global Islamic Bank dan mengisi peran kunci di dunia perbankan syariah.
Foto: Dok Republika
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengisi kuliah umum dalam rangka kegiatan literasi keuangan syariah yang bertajuk Sharia Financial Literacy: Islamic Banking & Future of Work di Theater Room, Tower B UIII Depok, Selasa (21/11/2023). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen untuk mencapai visinya menjadi Top 10 Global Islamic Bank dan mengisi peran kunci di dunia perbankan syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Head of Investor Relations PT Bank Syariah Indonesia Tbk (kode saham: BRIS) Rizky Budinanda menyebutkan BSI sudah memenuhi aturan batas minimum free float atau saham yang dimiliki oleh publik, sebesar 7,5 persen. Menurutnya, saat ini saham BSI yang dimiliki publik sudah hampir menyentuh 10 persen.

“Ini juga terkait dengan rights issue yang tahun lalu, dimana sebagian dari rights BRI maupun BNI itu dilepas ke masyarakat, sehingga ini membantu menambah free float kami,” kata Rizky dalam public expo daring yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Ia mengatakan rights issue tersebut telah menambah saham BSI yang dimiliki publik dari 5,5 persen menjadi sekitar 7 persen.

“Sekarang juga sedikit demi sedikit dalam tahun ini ada beberapa yang sudah melepas juga dari pihak afiliasi, sehingga sekarang bisa dipastikan sudah lebih dari ketentuan,” katanya.

 

Sementara itu, Direktur Kepatuhan & SDM BSI Tribuana Tunggadewi mengatakan pelepasan sebagian saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) masih dalam proses. Karena itu ia belum bisa menyebutkan siapa investor yang akan menggantikan kepemilikan sebagian saham BRI dan BNI di BSI.

“Kami akan menunggu karena prosesnya juga masih belum selesai, sehingga kami juga belum dapat memberi gambaran seperti apa nantinya, siapa yang akan menggantikan,” kata Dewi.

Adapun saat ini sebesar 51,47 persen saham BSI tercatat dimiliki oleh Mandiri, 23,24 persen dipegang oleh BNI, 15,38 persen dipegang oleh BRI, dan 9,87 persen saham BSI dipegang oleh masyarakat.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement