Jumat 24 Nov 2023 15:58 WIB

Merambah Unisba, Bank Muamalat Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah

Unisba berharap sinergi ini jadi syiar Islam melalui transaksi keuangan syariah.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Fuji Pratiwi
 Nasabah melakukan transaksi menggunakan mesin ATM Bank Muamalat di Jakarta, Ahad (14/5) (ilustrasi)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Nasabah melakukan transaksi menggunakan mesin ATM Bank Muamalat di Jakarta, Ahad (14/5) (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) dalam lingkup Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat), peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan produk perbankan. Penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Muamalat dan Unisba telah dilaksanakan di Bandung belum lama ini.

Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan, Unisba merupakan salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia dan telah melahirkan banyak intelektual Muslim di Tanah Air. Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dan SDM di Unisba.

Baca Juga

Sinergi dengan lembaga pendidikan juga merupakan bagian dari komitmen Bank Muamalat untuk turut berkontribusi dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. "Semoga melalui kolaborasi seperti ini produk keuangan syariah dapat semakin dikenal oleh masyarakat khususnya generasi muda," ujar Indra dalam keterangan, Jumat (24/11/2023).

Bank Muamalat akan melaksanakan program Minterin, yaitu seminar yang diisi oleh praktisi perbankan kepada mahasiswa Unisba. Ada pula program MIKO (Muamalat Indonesia Kompeten) yang merupakan program magang bagi mahasiswa tingkat akhir Unisba di Bank Muamalat. 

 

Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Unisba Prof. Dr. KH. Miftah Faridl menjelaskan, Unisba merasa terhormat bisa menjalin kerja sama dengan Bank Muamalat. Apalagi ia memiliki ikatan emosional dengan pionir bank syariah di Tanah Air ini karena termasuk sebagai salah satu jamaah calon haji yang membeli saham Bank Muamalat saat pendiriannya.

"Mudah-mudahan saling bersinergi untuk berjuang sebagai mujahid yang mensyiarkan ketentuan syariat agama Islam, tidak hanya dalam dunia pendidikan, tetapi bisa disandingkan dengan transaksi perbankan yang saat ini saling berkaitan," katanya.

Kiai Miftah juga berharap melalui modernisasi transaksi keuangan di Bank Muamalat bisa memfasilitasi berbagai macam kebutuhan yang berkaitan dengan dunia pendidikan di Unisba. Sehingga bisa mendorong lahirnya kaum intelektual modern, para mujtahid dan mujaddid yang senantiasa menjaga dan membangun negeri ini dengan tetap berlandaskan syariat agama.

Dalam kerja sama ini, Bank Muamalat memberikan kartu ATM Muamalat Prioritas untuk Yayasan Unisba dan Rektor Unisba. Pionir bank syariah di Tanah Air ini juga menawarkan sejumlah layanan perbankan kepada pihak Unisba. Salah satunya adalah virtual account untuk pembayaran proses penerimaan mahasiswa baru dengan perkiraan pendaftar sebanyak 8.000 orang. 

Selain itu, Bank Muamalat menawarkan implementasi sistem administrasi pembayaran gaji (payroll) untuk staf pengajar dan karyawan Unisba. Dengan memiliki rekening gaji di Bank Muamalat, maka staf pengajar dan karyawan Unisba memiliki kesempatan untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan multiguna.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement