Sabtu 11 Nov 2023 10:36 WIB

Santer Kabar BTN Bakal Akuisisi Muamalat, Dirut Buka Suara

Sebelumnya, UUS BTN disebut akan dilebur dengan BSI.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Lida Puspaningtyas
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu.
Foto: Dok. Republika
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menanggapi kabar yang beredar di kalangan pelaku pasar mengenai kemungkinan mengakuisisi Bank Muamalat. Langkah akuisisi ini disebut untuk menggabungkan Bank Muamalat dengan unit usahanya, BTN Syariah.

Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan terkait nasib BTN Syariah ke depan. Nixon mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan sejumlah skema yang tepat.

Baca Juga

"Kami sedang mengkaji beberapa pilihan, dan belum ada keputusan apapun, belum mengerucut," kata Nixon saat dikonfirmasi Republika, Sabtu (11/11/2023).

Sebelumnya santer kabar beredar BTN tengah melirik Bank Muamalat untuk dimerger dengan BTN Syariah. Langkah itu seiringan dengan rencana pemisahan usaha BTN Syariah dengan induknya sebelum nantinya dikendalikan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI).

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Kementerian BUMN masih melakukan diskusi terkait rencana BTN syariah bergabung dengan BSI. Menurut Tiko, Kementerian BUMN mengajukan BTN syariah untuk spin off menggunakan lisenced atau izin bank yang memiliki dasar syariah.

"Jadi dua tahap, BTN syariah akan men-spin off dengan mencari cangkang perusahaan perbankan syariah yang existing, memindahkan asetnya yang cukup besar, kemudian BSI nanti masuk sebagai pemegang saham di situ," ujar Tiko Agustus lalu.

Tiko mengatakan kajian tersebut masih bergulir. Tiko belum dapat memastikan kemungkinan BSI menjadi pengendali saham BTN syariah. Tiko mengatakan Kementerian BUMN mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam rencana penggabungan BTN syariah ke BSI.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement