Kamis 07 Sep 2023 06:46 WIB

BPJPH Gandeng BAPANAS Perkuat Implementasi Jaminan Produk Halal

asosiasi produk pangan segar seperti ayam dan daging berada di bawah Bapanas.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Lida Puspaningtyas
Pedagang daging ayam melayani pembeli di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Selasa (8/8/2023). Menurut pedagang sejak Senin (7/8) harga daging ayam naik dari Rp32 ribu menjadi Rp44 ribu perkilogram akibat pasokan menurun sementara permintaan naik.
Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Pedagang daging ayam melayani pembeli di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Selasa (8/8/2023). Menurut pedagang sejak Senin (7/8) harga daging ayam naik dari Rp32 ribu menjadi Rp44 ribu perkilogram akibat pasokan menurun sementara permintaan naik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat penerapan jaminan produk halal (JPH) di Indonesia. Terbaru, Kepala BPJPH M. Aqil Irham dan jajaran menyambangi kantor Badan Pangan Nasional (BAPANAS), di Komplek Kementerian Pertanian, Jakarta.

“Kami di sini, hadir lengkap. Semua pimpinan BPJPH hadir, untuk bersilaturahmi dan menginformasikan terkait dengan kewajiban sertifikasi halal yang akan mulai diterapkan pada 2024 mendatang,” ujar Aqil Irham dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Kamis (7/9/2023).

Sesuai amanat UU 33 tahun 2014 juga UU 6 Tahun 2023, ia menyebut seluruh produk makanan, minuman, hasil sembelihan dan jasa penyembelihan, bahan baku, bahan tambahan pangan, serta bahan penolong untuk produk makanan dan minuman wajib bersertifikat halal pada 17 oktober 2024.

Untuk itu, ia menilai kolaborasi dengan BAPANAS penting untuk dilaksanakan. Hal ini mengingat badan tersebut memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan urusan pangan di Indonesia, termasuk kaitannya dengan kedaulatan, ketahanan, serta kemandirian pangan bagi negara.

 

“Maka dari itu, kami ingin datang, dan apa program kolaborasi yang kita dapat lakukan karena halal sangat erat kaitannya dengan keamanan pangan,” kata dia.

Kepala BAPANAS Arief Prasetyo Adi menyambut baik rencana kolaborasi ini. Saat ini, setidaknya ada sembilan komoditas pangan yang menjadi sasaran tugas BAPANAS, yaitu beras, jagung, kedelai, gula konsumsi, bawang, telur unggas, daging ruminansia, daging unggas dan cabai.

Terkait dengan jaminan produk halal, lanjut Arief, banyak stakeholder di BAPANAS yang juga cukup bersinggungan dengan isu tersebut.

“Kalau perlu ke depan, sertifikasi halal bisa jalan berdampingan dengan program yang kita buat. Seperti sosialisasi sampai pada layanan on the spot,” ujar Arief.

Arief menyampaikan, Badan Pangan Nasional punya kepanjangan tangan di daerah di seluruh Indonesia melalui Dinas Pangan. Ada juga asosiasi produk pangan segar seperti ayam, sayur, buah, juga daging, yang berada di bawah naungan BAPANAS.

“Ke depan akan coba kami sisir program yang berkaitan, sehingga selain bicara aspek aman. Nanti tinggal ditambahkan saja aspek halal, sampai pada nanti pendaftaran on the spot di pasar-pasar, ini sangat mungkin kita kolaborasikan,” lanjut dia.

Badan Pangan Nasional (BAPANAS) merupakan lembaga yang bertanggung langsung kepada Presiden. Dahulu, lembaga ini dikenal dengan nama Badan Ketahanan Pangan yang memiliki tugas untuk menjaga dan mengendalikan ketahanan pangan, serta pemenuhan persyaratan gizi pangan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement