Senin 14 Aug 2023 09:42 WIB

Kinerja Indeks Syariah Tertinggal, Intip Peluang Cuan dari Saham Syariah Ini

Saham syariah TLKM, ACES, dan SMGR direkomendasikan masuk dalam trading plan.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/9/2022).
Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/9/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kinerja yang tertinggal dibandingkan dengan pergerakan IHSG. Sejak awal tahun sampai 11 Agustus 2023, IHSG mengalami akselerasi 0,43 persen, sementara indeks syariah terpantau mengalami koreksi.

Index IDX Sharia Growth memimpin pelemahan sebesar 7,19 persen, disusul pergerakan indeks IDX-MES BUMN 17 yang terkoreksi 6,30 persen, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,90 persen, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 4,34 persen, dan Indeks JII 70 turun 3,97 persen. 

Baca Juga

"Penurunan indeks syariah tidak terlepas dari performa saham (konstituen) yang tergabung di dalamnya," kata Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, Ahad (13/8/2023). 

Ratih mengambil contoh Indeks Syariah Growth. Indeks tersebut terkoreksi akibat pergerakan harga saham UNVR yang melemah 19,91 persen. Bobot UNVR merupakan terbesar kedua mencapai 9,52 persen terhadap perhitungan indeks. Selain itu, INCO mengalami kontraksi 10,28 persen. INCO merupakan bobot terbesar ketiga terhadap IDX Sharia Growth mencapai 8,07 persen.

Rotasi sektor, pembobotan, dan kinerja keuangan emiten yang turun menjadi penyebab indeks syariah mengalami penurunan. Kinerja indeks syariah yang di dalamnya terdapat banyak saham  di sektor energi dan material dasar tentu akan tertekan. 

Sektor energi dan material dasar secara sejak awal tahun turun masing-masing 15,15 persen dan 8,67 persen. Penurunan tersebut sejalan dengan turunnya permintaan dan harga komoditas energi serta metal mining akibat potensi melemahnya ekonomi global saat tren suku bunga tinggi di negara maju hingga akhir 2023. 

Ke depannya, menurut Ratih, performa indeks syariah masih menarik asalkan rebalancing yang dilakukan dapat menyaring saham dengan performa yang paling baik dari masing-masing sektornya, namun tentunya dengan kriteria Daftar Efek Syariah (DES). Pelaku pasar juga dapat memanfaatkan peluang di tengah penurunan indeks syariah, asalkan dapat memilih sektor dan kinerja emiten yang paling unggul dalam indeks tersebut. 

Berikut trading plan saham pilihan yang perlu diperhatikan dalam Konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menggunakan analisis teknikal untuk Senin (14/8/2023). 

1. (Buy) TLKM di area Rp 3.800 dengan target harga pada resistance di level Rp 3.940 serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp 3.720. 

2. (Buy) ACES di area Rp 700 dengan target harga pada resistance di level Rp 750 serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp 670.

3. (Buy) SMGR di area Rp 6.725 dengan target harga pada resistance di level Rp 7.000 serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp 6.550.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement