Selasa 23 May 2023 22:55 WIB

Tarik Kunjungan Wisman, Pemerintah Gelar Pameran Wisata di Arab Saudi

Arab Saudi adalah salah satu pasar utama penyumbang wisman ke Indonesia.

 Siluet perahu pinisi tradisional saat matahari terbenam di perairan Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/5/2023). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempromosikan potensi parekraf Indonesia ke pasar Arab Saudi dengan berpartisipasi dalam pameran Riyadh Travel Fair (RTF) 2023.
Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Siluet perahu pinisi tradisional saat matahari terbenam di perairan Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/5/2023). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempromosikan potensi parekraf Indonesia ke pasar Arab Saudi dengan berpartisipasi dalam pameran Riyadh Travel Fair (RTF) 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempromosikan potensi parekraf Indonesia ke pasar Arab Saudi dengan berpartisipasi dalam pameran Riyadh Travel Fair (RTF) 2023. Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resminya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan untuk ke-13 kalinya ini digelar pada 22-24 Mei 2023 di The Arena, Granada Square Exit 9, Riyadh, sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asal Arab Saudi ke Indonesia.

"Pada RTF 2023 ini, Paviliun Indonesia akan memamerkan lima Destinasi Super Prioritas (DSP) dan Bali, logo ASEAN Indonesia 2023, dan logo Southeast Asia 'A Destination For Every Dream' yang akan menghiasi Paviliun Indonesia sebagai komitmen untuk turut memasarkan ASEAN sebagai tujuan wisata tunggal," kata Made, Selasa (23/5/2023).

Baca Juga

Dalam kesempatan ini, kata Made, Kemenparekraf berkolaborasi dengan industri pariwisata Indonesia serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh untuk melakukan promosi di level global. Kolaborasi ini diharapkan bisa mendukung orkestrasi dan langkah kolektif dalam memasarkan pariwisata Indonesia, termasuk memperkenalkan lima Destinasi Super Prioritas, yaitu Danau Toba, Mandalika, Likupang, Labuan Bajo, dan Borobudur, ke pasar Arab Saudi.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Regional II Kemenparekraf Cecep Rukendi menyampaikan, sebelum pandemi Covid-19, Arab Saudi adalah salah satu pasar utama penyumbang wisman ke Indonesia. Tercatat pada 2019, jumlah kunjungan wisman asal Arab Saudi mencapai 157.512 pengunjung.

 

"Sayangnya, karena adanya Covid-19, angka ini menurun pada 2020 dan 2021 menjadi 31.906 dan 2.053 kunjungan," kata Cecep.

Angka ini, lanjut Cecep, mulai meningkat pada 2022 dengan 46.508 kunjungan. Oleh karena itu, Kemenparekraf menargetkan wisatawan Arab Saudi yang berkunjung ke Indonesia sebesar 53 ribu wisatawan pada 2023.

"Oleh karena itu, Kemenparekraf terus berupaya keras untuk mendatangkan wisatawan mancanegara melalui implementasi program pemasaran strategis dengan berpartisipasi pada salah satu bursa pariwisata terbesar di Arab Saudi ini," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement