Rabu 15 Jul 2026 14:30 WIB

BSI Incar Lonjakan Dana Tabungan Haji, Ini Strateginya

BSI juga membidik pertumbuhan signifikan jumlah rekening.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ahmad Fikri Noor
Jamaah haji Indonesia asal Sukabumi melakukan transaksi penukaran riyal di konter Layanan BSI.
Foto: Dok Republika
Jamaah haji Indonesia asal Sukabumi melakukan transaksi penukaran riyal di konter Layanan BSI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menargetkan dana Tabungan Haji mencapai Rp 17,6 triliun hingga akhir 2026, naik dari realisasi akhir 2025 sebesar Rp 15,9 triliun. Perseroan juga membidik jumlah rekening Tabungan Haji meningkat menjadi 8,4 juta dari 6,9 juta pada akhir tahun lalu.

Senior Executive Vice President (SEVP) Funding & Transaction BSI, Ida Triana Widawati, mengatakan Tabungan Haji menjadi salah satu kontributor terbesar penghimpunan dana murah atau dana pihak ketiga (DPK) perseroan. Karena itu, BSI meluncurkan program Nabung Haji Dapat Hadiah Umrah untuk meningkatkan minat masyarakat mempersiapkan ibadah haji.

Baca Juga

"Saat ini kami sudah menjadi bank syariah terbesar, sudah menjadi BUMN juga. Salah satu pendorong peningkatan DPK adalah penghimpunan dana murah melalui tabungan. Nah, tabungan yang memberi kontribusi terbesar adalah Tabungan Haji," ujar Ida seusai pelepasan pemenang program umrah di Wisma Haji dan Umrah Indonesia (NRA Tour & Travel), Mampang Square, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).

Hingga Mei 2026, dana Tabungan Haji BSI tercatat sebesar Rp 16,25 triliun, tumbuh 17,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan 7,2 juta rekening. Menurut Ida, capaian tersebut masih berpotensi bertambah karena data setelah Mei belum dipublikasikan.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BSI menggandeng NRA Tour & Travel sebagai mitra penyelenggara perjalanan umrah. Menurut Ida, NRA dipilih karena telah lama bekerja sama dengan BSI serta memiliki rekam jejak dan kualitas layanan yang baik.

"Harapannya, dengan kolaborasi ini kita bisa melayani tamu-tamu Allah dengan lebih baik," katanya.

Program Nabung Haji Dapat Hadiah Umroh dapat diikuti dengan membuka Tabungan Haji BSI. Nasabah diwajibkan menjaga saldo rata-rata minimal Rp 1 juta. Setiap kelipatan saldo memperoleh satu poin. Sementara itu, saldo minimum pada akhir bulan harus tetap Rp 5 juta.

Program yang pertama kali digelar pada 2025 tersebut berlangsung pada 1 Agustus hingga 31 Desember, dengan pengundian dilakukan pada Februari 2026. Ida mengatakan BSI membuka peluang menambah jumlah hadiah apabila antusiasme masyarakat terus meningkat.

Selain itu, BSI juga tengah mempersiapkan pembukaan layanan di Jeddah, Arab Saudi, untuk memperkuat layanan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia.

"Selama ini layanan di sana belum ada. Mudah-mudahan dengan hadirnya BSI bisa melayani lebih paripurna lagi karena orang Indonesia tentu lebih familiar," harap Ida.

Berita Lainnya

Rekomendasi