REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk memproyeksikan pertumbuhan bisnis emas atau bullion akan melanjutkan tren positif pada 2026, setelah melejit pada 2025. BSI menargetkan adanya peningkatan tabungan emas mencapai 2 juta tabungan pada tahun ini.
"Kalau dari sisi proyeksi, kami melihat memang untuk BSI sendiri kami fokus untuk menumbuhkan, terutama tabungan emas. Target kami tahun lalu tabungan emas sekitar 500 ribu, tahun ini kami berharap bisa tumbuh signifikan 3-4 kali, berarti sekitar 2 juta," ungkap Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo usai menghadiri event Investor Daily Round Table bertema 'Ekonomi Syariah: Pilar Stabilitas Ekonomi' di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Banjaran menuturkan, terwujudnya target pertumbuhan tabungan emas atau jumlah nasabah pada bisnis bullion tersebut nantinya bakal menjadi mendongkrak kinerja bank berkode emiten BRIS tersebut. Proyeksi capaian positif itu diyakini bisa tercapai, di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi.
"Ini akan memberikan source of revenue baru yang lebih sustain, tumbuh lebih pesat lagi. Dan itu akan membantu, terutama dari tantangan di tahun ini kan masih sama dengan tahun sebelumnya dimana memang kualitas pembiayaan itu cukup menantang. Belum lagi dari sisi korporasi masih menahan, jadi saya rasa game-nya perbankan hampir sekua sama, bagaimana bisa mendorong peningkatan fee-based income," jelasnya.
Lihat postingan ini di Instagram