Sabtu 07 Feb 2026 14:02 WIB

Bisnis Emas BSI Tumbuh Melejit di 2025

Total nasabah untuk bisnis emas telah menembus 1 juta.

Rep: Eva Rianti/ Red: Indira Rezkisari
Karyawan menunjukkan logam mulia BSI Gold saat acara penyampaian kinerja Triwulan III/2025 BSI di Kantor Pusat BSI, Jakarta ,Rabu (29/10/2025). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mampu membukukan kinerja yang kuat pada Triwulan III 2025 dengan perolehan laba Rp5,57 triliun. Rerata indikator kinerja keuangan BSI tumbuh dobel digit dan di atas industri disertai kualitas yang sehat. Pertumbuhan ini antara lain didorong oleh kontribusi bisnis bullion bank, yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025.
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan menunjukkan logam mulia BSI Gold saat acara penyampaian kinerja Triwulan III/2025 BSI di Kantor Pusat BSI, Jakarta ,Rabu (29/10/2025). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mampu membukukan kinerja yang kuat pada Triwulan III 2025 dengan perolehan laba Rp5,57 triliun. Rerata indikator kinerja keuangan BSI tumbuh dobel digit dan di atas industri disertai kualitas yang sehat. Pertumbuhan ini antara lain didorong oleh kontribusi bisnis bullion bank, yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan bisnis emas yang melejit sepanjang tahun 2025, seiring dengan tren kenaikan harga komoditas emas. Pertumbuhan yang tinggi terjadi di seluruh sektor ekosistem emas BSI, mulai dari cicil emas, gadai emas, hingga bullionbank.

“Untuk bisnis cicil emas dan gadai emas, yang non bullion bank, itu naik 78,60 persen, kenaikan yang sangat luar biasa, dengan jumlah volume-nya mencapai Rp 22,90 triliun. Ini terdiri dari Rp 12,89 triliun cicil emas dan Rp 10,02 triliun gadai emas,” ujar Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, dikutip Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga

Lebih detail, bisnis cicil emas mengalami kenaikan hingga 101,23 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Gadai emas mengalami kenaikan 56,05 persen (yoy).

“Kalau untuk bullion bank, pertumbuhan penjualan kita di tahun lalu (2025) di angka 2,2 ton emas. Ini pertumbuhan yang luar biasa, dan InsyaAllah kami akan terus mensosialisasikan terkait investasi emas ini, agar masyarakat semakin paham terkait model investasi emas, dan juga insya Allah menjadi lebih sejahtera kaitannya dengan menabung emas,” jelasnya.

BSI merupakan bank emas atau bullion bank pertama yang resmi di Indonesia sejak Februari 2026 lalu. BSI terus mengembangkan dan berinovasi pada bisnis emas, termasuk ke depannya mengenai pembiayaan emas.

Anton melanjutkan, di samping pertumbuhan bisnis emas yang melejit, BSI juga mencatatkan pertumbuhan yang tinggi pada jumlah nasabah dari bisnis emas. Total nasabah untuk bisnis emas telah menembus 1 juta.

“Di luar bullion, untuk cicil emas dan gadai emas, Alhamdulillah kita sekarang jumlah nasabahnya 640 ribu. Sedangkan yang murni bullion, untuk produk titipan dan jual beli, kita sudah punya nasabah di angka 530 ribu. Jadi kalau dijumlahkan, nasabah di dua segmen itu saja, untuk emas kita punya lebih dari 1 juta nasabah,” ungkanya.

“Mudah-mudahan tahun ini kita akan meningkat lebih tinggi lagi. Mudah-mudahan bisa sampai ke mungkin 2 juta nasabah, atau lebih dari itu,” lanjutnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement