Ahad 24 Mar 2024 11:30 WIB

Earth Hour 2024 di KEK Mandalika NTB Dukung Gerakan Hemat Energi

Masyarakat diajak kurangi penggunaan listrik atau pakai listrik sesuai kebutuhan.

Foto udara pembangunan hotel Pullman di Kawasan pariwisata The Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Ahad (20/12/2020).
Foto: AHMAD SUBAIDI/ANTARA
Foto udara pembangunan hotel Pullman di Kawasan pariwisata The Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Ahad (20/12/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, PRAYA -- Peringatan Earth Hour (EH) 2024 yang digelar setiap tahun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai upaya mendukung gerakan mengurangi pemakaian istrik di kawasan setempat.

Asisten Derector Of Sales Pullman Lombok, Ni Made Agustini dalam keterangannya, Ahad (24/3/2024), mengatakan, kegiatan yang digelar pada Sabtu (23/3/2024) malam itu

Baca Juga

dilakukan dengan menyalakan lilin sebagai tanda aksi Earth Hour. Hal itu diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap perubahan iklim dengan mengurangi penggunaan listrik atau menggunakan listrik sesuai kebutuhan.

"Kami mematikan sejumlah lampu yang ada di kawasan hotel selama satu jam, mulai 20.00 WITA hingga 21.00 WITA sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung gerakan hemat energi tersebut," kata Asisten Derector Of Sales Pullman Lombok, Ni Made Agustin.

 

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya juga mengundang para tamu hotel dan staf untuk sama-sama dalam mendukung kegiatan tersebut. "Kami ingin meningkatkan kepedulian mereka untuk tetap menjaga bumi kita dan hemat dalam menggunakan listrik," kata Ni Made.

Ia mengatakan, kondisi pemanas global saat ini cukup mulai dirasakan seperti adanya perubahan iklim yang mengakibatkan suhu udara terasa panas. Kegiatan Earth Hour di kawasan Mandalika ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan harapan bisa mengurangi pemanasan global.

"Semoga ini berdampak positif terhadap Mandalika maupun warga NTB pada umumnya," kata dia.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung gerakan ini dengan menggunakan listrik sesuai kebutuhan, karena hal itu sangat mendukung program gerakan hemat energi. "Kalau tidak ada yang digunakan, lebih baik dimatikan. Itu cukup membantu meskipun listrik dimatikan satu jam," kata Ni Made.

Sebagai bentuk komitmen untuk tetap menjaga bumi, kata dia, pihaknya tidak memperkenankan penggunaan plastik untuk satu kali pakai, sehingga untuk air penyediaan air minum menggunakan botol kaca.

"Lilin yang disiapkan untuk acara malam ini sebanyak 200 lilin," dia.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement