Kamis 29 Feb 2024 14:30 WIB

Bank Muamalat dan Hiswana Migas Kerja Sama Pemanfaatan Fasilitas Perbankan

Komitmen ini untuk mendukung pertumbuhan bisnis para pengusaha minyak dan gas.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Lida Puspaningtyas
Karyawan bertransaksi menggunakan kartu Shar-E Debit Muamalat di mesin ATM Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (31/5/2023). Bank Muamalat memberikan kemudahan bagi jamaah haji yang ingin bertransaksi di tanah suci melalui fasilitas kartu Shar-E Debit Muamalat. Kartu Shar-E Debit Muamalat berlogo VISA ini dapat digunakan di mesin ATM berlogo VISA/Plus di Arab Saudi dan di mesin ATM milik Bank Al Rajhi yang tersebar di Makkah, Madinah dan Jeddah. Kelebihan dari kartu Shar-E Debit Muamalat ini adalah tersedia pilihan transaksi bahasa Indonesia saat bertransaksi di ATM.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Karyawan bertransaksi menggunakan kartu Shar-E Debit Muamalat di mesin ATM Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (31/5/2023). Bank Muamalat memberikan kemudahan bagi jamaah haji yang ingin bertransaksi di tanah suci melalui fasilitas kartu Shar-E Debit Muamalat. Kartu Shar-E Debit Muamalat berlogo VISA ini dapat digunakan di mesin ATM berlogo VISA/Plus di Arab Saudi dan di mesin ATM milik Bank Al Rajhi yang tersebar di Makkah, Madinah dan Jeddah. Kelebihan dari kartu Shar-E Debit Muamalat ini adalah tersedia pilihan transaksi bahasa Indonesia saat bertransaksi di ATM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) menjalin kerja sama pemanfaatan fasilitas perbankan.

Bank Muamalat mengincar potensi bisnis sebagai bank operasional untuk 8.613 stasiun pengisian bahan bakar yang terdiri dari 7.868 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), 699 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan 46 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).

Baca Juga

SEVP Enterprise Banking Bank Muamalat Irvan Yulian Noor mengatakan, melalui kerja sama ini Bank Muamalat berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan bisnis para pengusaha minyak dan gas di bawah naungan Hiswana Migas.

“Dengan kemitraan ini, Bank Muamalat menjadi salah satu bank operasional untuk menampung dana pembayaran ritel unit usaha anggota Hiswana Migas yang merupakan organisasi kewirausahaan mitra resmi PT Pertamina (Persero). Semoga sinergitas ini dapat menjadi pintu pembuka untuk kolaborasi yang lebih luas lagi ke depannya,” ujar Irvan dalam seremoni penandatanganan nota kesepahaman di Muamalat Tower, Jakarta, Kamis (29/2/2024).

 

Sebagai bank operasional, lanjut Irvan, Bank Muamalat akan memberikan sejumlah layanan unggulan kepada para anggota Hiswana Migas. Di antaranya Cash Management System (CMS) Madina yang dapat digunakan oleh para pengusaha ritel migas untuk memonitor aktivitas rekening, melakukan transfer dan pembayaran kepada para pihak yang terkait dengan perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga dapat mengelola likuiditas dana dalam rekening-rekening secara online melalui jaringan internet dengan menggunakan perangkat lunak web browser pada komputer.

Anggota Hiswana Migas juga bisa memanfaatkan layanan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS milik Bank Muamalat. QRIS Bank Muamalat dapat digunakan untuk transaksi penghimpunan dana pembayaran retail kepada anggota Hiswana Migas.

Ketua Umum DPP Hiswana Migas Rachmad Muhamadiyah mengatakan, Bank Muamalat adalah bank syariah pertama dan salah satu bank syariah terbesar di Indonesia. Program dan layanan yang bagus serta jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia merupakan kelebihan dari Bank Muamalat.

“Hiswana Migas sangat mendukung adanya kerja sama dengan Bank Muamalat karena akan bisa memberikan alternatif layanan perbankan kepada anggota kami yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement