Rabu 28 Feb 2024 16:05 WIB

BSI Optimistis Peningkatan Nasabah Hingga 3 Juta per Tahun

BSI fokus mendorong produk-produk agar lebih dikenal masyarakat.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda
Bank Syariah Indonesia (BSI) menargetkan peningkatan jumlah nasabah sebesar 2 juta-3 juta per tahun. (ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Bank Syariah Indonesia (BSI) menargetkan peningkatan jumlah nasabah sebesar 2 juta-3 juta per tahun. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Syariah Indonesia (BSI) menargetkan peningkatan jumlah nasabah sebesar 2 juta-3 juta per tahun. Hal ini menjadi optimistis mengingat saat ini penambahan jumlah nasabah baru BSI sekitar 200 ribu hingga 240 ribu setiap bulan.

"Oleh karena itu, kami optimistis setiap tahun target pertumbuhan customer dua juta sampai tiga juta,” ujar Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, Rabu (28/2/2024).

Hingga akhir Desember 2023 jumlah customer based BSI mencapai 19,65 juta dengan pertumbuhan 10,53 persen secara tahunan (yoy). Capaian ini diraih dengan berbagai langkah strategis yang mendorong peningkatan customer based yakni perluasan literasi syariah, optimalisasi branding serta penguatan sektor-sektor potensial yang mendorong bisnis BSI. Seperti halal ecosystem (haji dan umroh, Ziswaf, pesantren, pendidikan, kesehatan, kosmetik dan lainnya), segmen retail dan juga bisnis emas. 

“Tapi ada hal lain lagi yang kita consider terkait syariah adalah kaitannya dengan kemampuan di level service. Jadi bukan produknya saja, tapi service juga. Menurut saya, ini ruang yang sangat luas untuk kita kembangkan. Jadi kami di Bank Syariah Indonesia, rasanya optimistis dengan perkembangan dan ruang improve yang masih luar biasa jauh jangkauannya,” kata Anton.

 

Anton menambahkan, pertumbuhan nasabah BSI tak lepas pula dari pengembangan produk-produk layanan yang lebih bervariasi. Saat ini BSI fokus untuk mendorong produk-produk yang sudah ada agar lebih dikenal masyarakat, salah satunya masuk dalam pasar modal syariah melalui pembukaan RDN (Rekening Dana Nasabah).

Selain itu, baru-baru ini juga perseroan tengah mendorong instrumen wakaf untuk bisa diakses dengan mudah lewat BSI Deposito Wakaf yang saat ini bekerjasama dengan Nazhir salah satu kampus. Tujuannya adalah penetrasi pasar dengan produk deposito, namun bagi hasilnya nanti akan berkelanjutan untuk optimalisasi pendidikan di indonesia, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang tidak mampu.

“Tentu ini menjadi added value BSI yang tidak hanya fokus pada financial solution, melainkan sosial dan spiritual. Dengan adanya ini, kami semakin optimistis bahwa kedepannya bank syariah akan mampu masuk kedalam seluruh segmen masyarakat secara menyeluruh. Artinya, satu orang mungkin nanti akan memiliki lebih dari 2-3 produk syariah yang bisa dipakai dalam aktivitasnya,” kata Anton.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement