Kamis 18 Jan 2024 21:58 WIB

Harga Saham BSI Tembus Rp 2.010

Market cap BRIS meningkat hingga mendekati level Rp 100 triliun.

Petugas menghitung uang pecahan rupiah di Kantor Cabang BSI KC Mayestik, Jakarta, Kamis (28/12/2023). PT Bank Syariah Indonesia Indonesia Tbk (BSI) telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp12,2 triliun untuk melayani kebutuhan transaksi nasabah dimana langkah itu sebagai bagian dari komitmen BSI guna memberikan pelayanan yang optimal dan memastikan ketersediaan likuiditas selama periode 22 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024. 
Foto: Dok Republika
Petugas menghitung uang pecahan rupiah di Kantor Cabang BSI KC Mayestik, Jakarta, Kamis (28/12/2023). PT Bank Syariah Indonesia Indonesia Tbk (BSI) telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp12,2 triliun untuk melayani kebutuhan transaksi nasabah dimana langkah itu sebagai bagian dari komitmen BSI guna memberikan pelayanan yang optimal dan memastikan ketersediaan likuiditas selama periode 22 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS menembus Rp 2.010 per saham pada perdagangan Kamis (18/1/2024) ini, menjadi yang tertinggi sejak November 2021.

Dengan harga saham tersebut, nilai kapitalisasi pasar (market cap) BRIS pun meningkat hingga mendekati level Rp 100 triliun. BRIS juga menjadi saham dengan kinerja nomor satu di indeks saham keuangan dan termasuk dalam 5 saham top mover di indeks LQ45.

Baca Juga

"Pergerakan saham yang positif ini merupakan respons positif dari para investor terhadap pertumbuhan kinerja perseroan," kata Corporate Secretary BSI Gunawan A Hartoyo di Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Investor Relation BSI Rizky Budinanda menjelaskan pergerakan saham yang semakin bullish selama tiga bulan terakhir merupakan respons positif dari para investor, baik investor domestik maupun asing, terhadap saham perseroan.

 

Dia menambahkan, pergerakan saham perseroan merefleksikan prospek positif pertumbuhan kinerja perseroan, prospek pasar perbankan syariah di Indonesia yang masih under penetrated, serta perbankan Indonesia yang masih tumbuh sehat dan berkelanjutan.

"Dengan beberapa hal tersebut, insya Allah, BSI dapat senantiasa berkontribusi positif terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia dan memberikan manfaat bagi umat serta memberikan potential gain kepada investor atas investasi di saham BRIS," jelas Rizky.

Berdasarkan data perdagangan pada hari ini, transaksi BRIS mencapai Rp 136 miliar. Rata-rata volume transaksi BRIS selama 2024 naik sebesar 79,8 persen apabila dibandingkan dengan rata-rata transaksi sepanjang tahun 2023.

Sepanjang 2023, saham BRIS menjadi salah satu saham yang mampu memberikan imbal hasil yang sangat tinggi, yakni sebesar 34,88 persen. Lebih tinggi dari beberapa saham blue chip lain.

"Insya Allah, kami akan terus mempertahan kinerja positif untuk meningkatkan kepercayaan serta memberikan nilai tambah yang lebih baik kepada para investor," ujar Gunawan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement