Rabu 03 Jan 2024 22:05 WIB

Pemerintah Serap Dana Rp 21,75 Triliun dari Lelang Tujuh Seri SUN

SUN yang dilelang terdiri atas 3 seri penerbitan baru serta 4 seri pembukaan kembali.

Lelang Surat Utang Negara (SUN).
Foto: Tim Infografis Republika.co.id
Lelang Surat Utang Negara (SUN).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menyerap dana Rp21,75 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) pada 3 Januari 2024. Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (3/1/2024), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan total penawaran yang masuk sebesar Rp 39,80 triliun.

Ketujuh SUN yang dilelang terdiri atas tiga seri penerbitan baru serta empat seri pembukaan kembali.

Baca Juga

Secara rinci, ketujuh seri tersebut adalah SPN03240404 (penerbitan baru), SPN12250103 (penerbitan baru), FR0101 (pembukaan kembali), FR0100 (pembukaan kembali), FR0098 (pembukaan kembali), FR0097 (pembukaan kembali), dan FR0102 (penerbitan baru).

Lelang dilakukan melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI). Penyerapan terbesar berasal dari seri FR0100 dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp 7,6 triliun. Jumlah penawaran masuk untuk seri tersebut adalah Rp 8,61 triliun dengan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,62979 persen.

 

Selanjutnya, pemerintah menyerap dana Rp6,7 triliun dari seri FR0101 yang menerima penawaran masuk sebesar Rp 10,01 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk seri itu adalah 6,58988 persen.

Dari seri FR0102, pemerintah memutuskan untuk meraup dana Rp3,7 triliun dari penawaran masuk Rp 5,19 triliun. Adapun imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan yaitu 6,94976 persen.

Seri berikutnya yaitu FR0098 yang dimenangkan sebesar Rp2 triliun. Jumlah penawaran masuk yang tercatat yaitu Rp 2,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,70921 persen.

Lalu, dari seri FR0097, pemerintah meraup dana Rp950 miliar dari penawaran masuk Rp2,27 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri tersebut adalah 6,84992 persen.

Penyerapan terakhir berasal dari seri SPN03240404 dengan nilai Rp800 miliar. Seri ini menerima penawaran masuk sebesar Rp 2,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,40 persen.

Adapun dari seri SPN12250103, pemerintah memutuskan tidak meraup dana meski menerima penawaran masuk sebesar Rp 8,47 triliun.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement