Ahad 19 Nov 2023 22:31 WIB

BSI Optimistis Bisa Tumbuh Positif, Ini Alasannya

Optimisme tersebut tak terlepas dari fundamental bisnis perseroan yang kuat.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ahmad Fikri Noor
Direktur Treasury and International Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Moh Adib.
Foto: Republika/Prayogi
Direktur Treasury and International Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Moh Adib.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Syariah Indonesia  (BSI) optimistis dapat menorehkan kinerja positif pada 2024 di tengah kondisi ekonomi global yang tak menentu. Optimisme tersebut tak terlepas dari fundamental bisnis perseroan yang kuat serta ekonomi nasional yang dinilai masih baik.

Direktur Treasury and International Banking BSI Moh Adib mengatakan kekuatan fundamental BSI yang akan menjadi penopang kinerja perseroan pertama adalah jumlah nasabah. Saat ini, BSI adalah bank dengan jumlah nasabah terbesar kelima di Indonesia yaitu sebanyak 19,22 juta atau tumbuh 10,9 persen secara year on year (yoy) hingga kuartal III 2023. Kedua, BSI kuat dalam pembiayaan konsumer.

Baca Juga

Hingga September 2023, BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 232 triliun, bertumbuh 15,94 persen year on year (yoy). Segmen konsumer mendominasi yaitu sebesar Rp 117,92 triliun. Ketiga, BSI pun sangat memperhatikan segmen UMKM. Bahkan hingga September 2023 dari pembiayaan berkelanjutan di BSI yang mencapai Rp53,6 triliun, sebagian besarnya yaitu Rp 43,4 triliun diserap segmen UMKM.

“Untuk mendukung perputaran roda ekonomi di sektor riil, BSI terus mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Harapannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Dilihat dari Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM), sebesar 34,75 persen dari total pembiayaan BSI merupakan pembiayaan inklusif. Selain itu, BSI membangun jaringan UMKM Center di Aceh, Yogyakarta dan Surabaya dengan total 2.526 nasabah binaan,” kata Adib di acara BSI Sharia Economic Outlook 2024, yang diselenggarakan Jumat (17/11/2023) di Kantor Pusat BSI Gedung The Tower, Jakarta.

Faktor lain yang menopang optimisme perseroan adalah langkah strategi dalam melakukan transformasi digital. Hal ini dalam rangka memperkuat layanan perbankan syariah di era digital. Adib mencontohkan, BSI Mobile saat ini sudah menjadi pilihan mayoritas para nasabah untuk bertransaksi. Bahkan, 97 persen nasabah sudah menggunakan BSI Mobile untuk transaksi harian mereka, dan hanya sekitar 3 persen nasabah yang masih datang ke cabang untuk bertransaksi.

“Per September 2023, transaksi di BSI Mobile mencapai 438 juta transaksi. Naik dari angka 343,78 juta transaksi pada periode yang sama di tahun 2022,” tutur Adib.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement