Rabu 25 Oct 2023 14:54 WIB

BI: Akselerasi Digitalisasi Keuangan Syariah demi Pertumbuhan Inklusif

ISEF digelar pada 25-29 Oktober 2023.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berbicara dalam The 9th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC) yang dipantau virtual di Jakarta, Rabu (25/10/2023).
Foto: ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berbicara dalam The 9th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC) yang dipantau virtual di Jakarta, Rabu (25/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pihak untuk mengakselerasi digitalisasi di bidang ekonomi dan keuangan syariah demi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

"Allah SWT selalu membimbing kita, percayalah, dan ayo iqra untuk mengakselerasi digitalisasi di ekonomi dan keuangan syariah demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," kata Perry dalam The 9th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC) yang dipantau virtual di Jakarta, Rabu (25/10/2023).

Bank Indonesia kembali menyelenggarakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada 25-29 Oktober 2023. Salah satu rangkaian acara ISEF 2023 adalah The 9th IIMEFC and call for papers yang merupakan kegiatan tahunan dari Journal of Islamic Monetary Economics and Finance (JIMF).

Perry menuturkan, kemajuan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) syariah dan nonsyariah merupakan salah satu cara untuk memajukan perekonomian Indonesia. Untuk itu, UMKM memerlukan digitalisasi, sertifikasi halal, pelatihan, dan peningkatan kelas UMKM dari skala kecil ke skala menengah dan besar.

 

"Ayo fokus mengembangkan ekonomi UMKM syariah kita, latih mereka tentang kewirausahaan, latih mereka tentang digitalisasi dan bantu mereka untuk mendapatkan sertifikasi halal, bantu mereka untuk membentuk UMKM kolektif sehingga skala ekonomi UMKM syariah kita bisa lebih besar, produktif, dan kompetitif," ujarnya.

Ia mengatakan, UMKM juga dapat dilatih untuk mengembangkan usaha-usaha ramah lingkungan termasuk terkait pengelolaan sampah.

Selain itu, Perry menekankan pentingnya edukasi dan literasi tentang digitalisasi dan kewirausahaan terhadap masyarakat dan pelaku UMKM. Sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui tentang digitalisasi dan kewirausahaan.

BI juga terus mengampanyekan fikih bisnis yang sangat penting dalam penerapan digitalisasi untuk melawan serangan siber, perjudian ilegal, pembiayaan pinjaman ilegal sehingga digitalisasi dapat semakin bermanfaat untuk pembangunan ekonomi bangsa.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan sebanyak 30 juta UMKM masuk ke ekosistem digital menyusul perkembangan sektor tersebut di dalam negeri.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan melalui digitalisasi UMKM, para pengusaha lokal diharapkan dapat mengembangkan pasar dan menjangkau lebih banyak pelanggan serta naik kelas.

Sementara, Staf Khusus Presiden Putri Tanjung mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak inovator digital dari generasi muda untuk memajukan perputaran ekonomi UMKM.

Putri mengatakan, upaya untuk melahirkan lebih banyak inovator digital itu, yakni dengan menumbuhkan pola pikir kewirausahaan atau enterpreneurship mindset dan sifat adaptif agar mampu bersaing dalam kompetisi perekonomian masa kini. Selain itu, menurut Putri, seorang wirausaha harus mampu menangkap dan menciptakan peluang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement