Jumat 22 Sep 2023 16:18 WIB

BSI Gandeng YBM PLN 'Kawinkan' KPR dan Wakaf Produktif

BSI ingin produk KPR dan mitraguna punya nilai tambah berupa wakaf produktif.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Fuji Pratiwi
Direktur Sales dan Distribusi PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Anton Sukarna di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (20/9/2023).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Direktur Sales dan Distribusi PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Anton Sukarna di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (20/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Syariah Indonesia (BSI) terus berinovasi dan memperluas sinergi untuk mengembangkan berbagai solusi pembiayaan yang dibutuhkan masyarakat dan mendorong pengembangan ekosistem zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf). Salah satunya melalui produk griya dan mitraguna.

Keseriusan BSI dalam mengembangkan wakaf produktif diimplementasikan melalui skema pembiayaan griya dan mitraguna bagi pegawai salah satunya pegawai PLN. Komitmen ini dituangkan melalui penandatangan kerjasama antara BSI dan Yayasan Baitul Mall PLN (YBM PLN) melalui pembiayaan BSI Griya Maslahat dan BSI Mitraguna Maslahat yang bertujuan untuk meningkatkan penyerapan proyek wakaf produktif yang dikelola lembaga zakat. 

Baca Juga

"BSI berkomitmen untuk menjadikan pembiayaan griya dan mitraguna ini memiliki nilai tambah dari sisi finansial maupun dari aspek keberlanjutan (sustainability) melalui penguatan instrumen wakaf," ujar Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, Jumat (22/9/2023).

Melalui adanya kerjasama ini, nantinya pegawai PLN yang memiliki fasilitas pembiayaan rumah/ multiguna di BSI berkesempatan menjadi wakif (pemberi wakaf) dalam proyek wakaf produktif yang dikembangkan Yayasan Baitul Mall PLN (YBM PLN) yakni project pondok pesantren kreatif Thursina Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat.

Anton menambahkan, instrumen wakaf harus digerakkan secara massif agar proyek yang dihasilkan dapat terus berkelanjutan dan nantinya mampu bergulir dan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Hal inilah juga menjadi peran BSI untuk mendorong potensi wakaf di Indonesia, salah satunya model bisnis bundling pembiayaan syariah sekaligus nasabah bisa berwakaf.

"Hal ini juga menjadi semangat BSI dalam memberikan kemanfaatan secara luas agar sistem ekonomi syariah mampu menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi umat, khususnya ziswaf," kata Anton.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis konsumer khususnya griya, BSI memiliki keunggulan yaitu angsuran pasti sampai dengan lunas, bebas biaya admin, appraisal dan tanpa denda. Serta BSI terus mengembangkan inovasi-inovasi fitur produk dari BSI Griya, seperti Griya Simuda (PPR khusus milenial), Griya Mabrur (berhadiah langsung porsi haji tanpa diundi), dan Griya Hijrah (take over dari bank lain dengan bebas biaya).

Hingga Juni 2023, pembiayaan BSI naik pesat khususnya segmen konsumer mencapai Rp 113,45 triliun tumbuh 20,60 persen secara tahunan (year on year). Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap pembiayaan syariah terus mengalami pertumbuhan positif. Terlebih dengan uniknya produk pembiayaan syariah yang bisa dielaborasi melalui kecocokan dengan bisnis sosial melalui wakaf produktif.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement