Rabu 13 Sep 2023 14:17 WIB

Transformasi Bank Abu Dhabi Tunjukkan Kompatibilitas Perbankan Syariah dan ESG

ADIB berupaya untuk mengintegrasikan pertimbangan ESG ke dalam proses kreditnya.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Lida Puspaningtyas
Abu Dhabi Islamic Bank
Foto: adib.ae
Abu Dhabi Islamic Bank

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) berkomitmen turut berpartisipasi menjadi agen transformasi dalam penerapan Enviromental, Social & Governance (ESG). Ambisi ADIB untuk mendorong pendekatan yang lebih holistik terhadap ESG dan keberlanjutan tidak hanya mencakup operasi internalnya.

Saat ini, ADIB fokus pada peningkatan signifikan pembiayaan ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam portofolionya. Bahkan, jumlah aset terkait sudah mencatatkan sekitar 1,7 miliar dolar AS, ADIB memperkirakan pertumbuhan substansial di bidang ini pada tahun 2030. Tak main-main, 61 persen portofolio bank tersebut dianggap memiliki risiko ESG rendah/menengah, yang menunjukkan pendekatan proaktif terhadap investasi berkelanjutan.

"Melalui kerja keras dalam beberapa bulan terakhir, ADIB bahkan telah berhasil menurunkan peringkat risiko sustainalytics dari risiko tinggi menjadi risiko menengah serta menyelaraskan diri dengan bank-bank terkemuka di kawasan Timur Tengah," seperti dikutip dari Gulf News, Selasa (12/9/2023).

Perusahaan ini juga terus menerima peringkat “A” dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang merupakan bukti dedikasi ADIB terhadap keberlanjutan. Diketahui, indeks ini banyak digunakan sebagai acuan manajer investasi dunia sebagai dasar pemilihan aset.

Dalam lanskap ESG yang berkembang pesat, ADIB juga berupaya menjadi lembaga keuangan yang tidak hanya merangkul keberlanjutan namun juga secara aktif memimpin upaya menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan dan lebih adil. Dengan strategi yang kuat, kebijakan yang komprehensif, dan pendekatan yang berpusat pada nasabah, ADIB menunjukkan bahwa perbankan syariah dan ESG dapat berjalan beriringan.

Laporan ESG tahunan ADIB, yang diterbitkan sejak tahun 2017, merupakan bukti dedikasi bank dalam memberikan informasi kepada pemangku kepentingan mengenai praktik berkelanjutannya. ADIB menyadari bahwa keterbukaan informasi kepada publik saja tidak cukup; inisiatif tambahan diambil untuk mengembangkan kebijakan baru yang mencerminkan komitmen terhadap prinsip-prinsip ESG.

Dalam tiga tahun terakhir, komitmen keberlanjutan ADIB juga tampak dalam strategi ESG. Strategi ini secara rinci menguraikan peran semua lini bisnis dalam berkontribusi terhadap dampak positif ESG dan selaras dengan tujuan nasional UEA dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) PBB. Dengan mengintegrasikan tujuan dan standar yang diakui secara internasional seperti SDGs PBB dan Inisiatif Pelaporan Global (GRI) ke dalam sistem manajemen yang ada, bank ini memungkinkan peningkatan kinerja perbankan syariah dan ESG.

Untuk lebih menanamkan prinsip-prinsip ESG, bank berupaya untuk mengintegrasikan pertimbangan ESG ke dalam proses kreditnya. Uji tuntas internal yang ketat akan memastikan bahwa semua transaksi yang relevan mematuhi standar yang diakui secara internasional, seperti prinsip ekuator.

Bank menyadari bahwa perubahan positif dimulai dari pelanggan yang diberdayakan, upaya bersama dilakukan untuk mengembangkan produk ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk membantu klien berkontribusi dalam mengembangkan industri masing-masing. Penawaran produk yang ada, seperti pembiayaan UKM, pembiayaan pendidikan, dan pembiayaan rumah pribadi juga dirancang untuk menekankan dampak sosial yang positif, yang menunjukkan komitmen bank untuk menjadikan keberlanjutan dapat diakses oleh semua orang.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement