Jumat 08 Sep 2023 06:55 WIB

Pembiayaan BTPN Syariah Disertai Pembinaan untuk Tingkatkan Taraf Hidup

Laba bersih BTPN Syariah setelah pajak tercatat Rp 753 miliar pada semester I 2023.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Lida Puspaningtyas
Pertemuan rutin di Sentra Tanjung 14, Tanjung Rejo, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Pertemuan ini merupakan wadah utama BTPN Syariah dalam memberdayakan jutaan wanita khususnya ibu-ibu untuk mengembangkan usaha ultra mikro. Kamis (7/9/2023).
Foto: Republika/ Dian Fath Risalah
Pertemuan rutin di Sentra Tanjung 14, Tanjung Rejo, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Pertemuan ini merupakan wadah utama BTPN Syariah dalam memberdayakan jutaan wanita khususnya ibu-ibu untuk mengembangkan usaha ultra mikro. Kamis (7/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Selama lebih dari satu dekade, PT Bank BTPN Syariah Tbk telah menjalankan model bisnis yang sudah didesain untuk memberikan kesempatan tumbuh dan memenuhi berbagai kebutuhan bagi masyarakat inklusi. Terutama dalam memberikan akses keuangan berupa pembiayaan bagi para perempuan pelaku ekonomi yang masuk dalam kelompok unbankable atau yang tak tersentuh layanan keuangan profesional. 

Dengan program Tepat Pembiayaan, PT Bank BTPN Syariah ingin memberikan kesempatan bagi perempuan-perempuan di Indonesia mewujudkan taraf hidupnya bisa lebih baik serta membangun perilaku nasabah Bank BTPN Syariah agar menjadi berani berusaha, disiplin, kerja keras, dan saling membantu (BDKS).

Baca Juga

Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin mengatakan, salah satu kota yang tak luput adalah Malang Raya, Jawa Timur. BTPN Syariah sudah membuka akses prasejahtera produktif yang ada di pelosok negeri hingga Malang Raya sejak tahun 2012.

"Sampai semester I 2023, Bank BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan kurang lebih Rp 141 miliar ke hampir 38 ribu perempuan dari keluarga prasejahtera di Malang Raya,” ujarnya di sela-sela kunjungan BTPN Syariah dalam pertemuan rutin di Sentra Tanjung 14 , Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Sukun, Malang, Jawa Timur, Kamis (7/9/2023).

Lebih lanjut Ainul menjelaskan, BTPN Syariah memberikan paket lengkap untuk memberikan perubahan kehidupan nasabah prasejahtera. Pertama, bantuan modal usaha yang diberikan kepada nasabah untuk menjawab kebutuhan membangun dan mengembangkan usaha produktif.

Bantuan tersebut kemudian dikembalikan dalam bentuk angsuran dua mingguan. Untuk sistem keanggotaan, nasabah dikelompokkan dalam satu sentra yang anggotanya dipilih sendiri oleh nasabah dan dipimpin oleh ketua sentra yang dipilih oleh anggota sentra.

Setiap sentra akan didampingi oleh petugas lapangan terlatih yang biasa disebut Community Officer (CO). Secara rutin, CO melayani dan memberikan pendampingan kepada nasabah dengan cara bertemu di tempat-tempat nasabah.

"Di Malang Raya sudah ada 3.000 sentra yang tersebar di 30 kecamatan," ungkapnya

Pada semester I tahun ini, Bank BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 12,09 triliun. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank BTPN Syariah masih berada di posisi yang kuat pada level 46,72 persen, di atas ketentuan dan rata-rata industri bank syariah.

Dana pihak ketiga (DPK) juga masih terjaga di level efisien sebesar Rp 12,38 triliun dan total aset BTPN Syariah tercatat Rp 21,26 triliun. Adapun laba bersih setelah pajak mencapai Rp 753 miliar.

Sampai dengan akhir semester pertama 2023, dengan hanya memiliki 14 cabang di seluruh Indonesia, 47 Kantor Fungsional Operasional, namun bank memiliki 12 ribu karyawan yang menjemput bola di hampir 70 persen total kecamatan di Indonesia, yang secara langsung melakukan program pemberdayaan keluarga  

prasejahtera produktif di sentra-sentra nasabah dengan mengajarkan empat perilaku unggul pemberdayaan BDKS oleh karyawan yang  biasa disebut Melati Putih Bangsa sebagian besar lulusan SMA terlatih dengan jabatan sebagai CO Bank. Sebagai Bank yang juga menghimpun dana, saat ini, terdapat sekitar 20.000 nasabah sejahtera yang menyimpan dana di BTPN Syariah dan dilayani oleh personal banker profesional, dimana, hampir 100 persen dana yang ditempatkan disalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif yang mencapai 4,3 juta nasabah aktif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement