Rabu 05 Jul 2023 13:41 WIB

Pengunjung Masjid Sheikh Zayed Capai 30 Ribu Orang per Hari

Puncak kepadatan pengunjung terjadi sebelum zuhur hingga sore hari.

Sejumlah warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/3/2023).
Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Sejumlah warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Jumlah pengunjung Masjid Sheikh Zayed, Solo, Jawa Tengah, pada libur sekolah ini mencapai sekitar 30 ribu orang per hari atau naik 30 persen–40 persen dibandingkan hari biasa.

"Saat libur sekolah ini, sejak subuh sudah banyak pengunjung yang datang," kata Asisten Direktur Operasional Masjid Sheikh Zayed Bagus Sigit Setiawan di Solo, Jateng, Rabu (5/7/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan, selama libur pihak pengelola mulai membuka masjid pada pukul 03.00 WIB.

"Dibuka sampai jam 08.00 WIB terus ditutup sebentar untuk dibersihkan. Namun, yang buka tutup ini hanya ruang utama. Kalau yang bagian luar dan selasar tetap buka," kata Bagus.

Ia mengatakan, puncak kepadatan pengunjung terjadi jelang siang hari tepatnya sebelum Zhuhur hingga sore hari.

"Ya, puncaknya jam 10.00 WIB sampai sore hari, biasanya ngepas (jam shalat), biro travel kan sudah tahu," kata dia.

Sementara itu, Bagus menambahkan, yang masih menjadi evaluasi adalah lokasi parkir menyusul Viaduk Gilingan yang merupakan akses utama dari arah barat menuju Masjid Sheikh Zayed belum dibuka karena penataan yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta. Padahal, Terminal Tirtonadi yang menjadi lokasi parkir pengunjung Masjid Sheikh Zayed berada di sebelah barat viaduk.

"Separuh lebih pengunjung parkir di Tirtonadi, sisanya di Pedaringan dan kantung parkir lainnya. Yang paling dekat ya terminal. Ini masih menjadi evaluasi sambil menunggu viaduk dibuka lagi," kata Bagus.

Selain itu, ia juga mengimbau para pengunjung untuk lebih memperhatikan barang pribadi karena banyak barang milik pengunjung yang tertinggal di masjid.

"Pihak keamanan lapor ke pengurus, melaporkan barang-barang hilang, seperti sandal, jam tangan. Itu kami kumpulkan sambil menunggu pemilik datang," kata Bagus.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement