Kamis 04 May 2023 18:57 WIB

Simak Tips Mengatur Kembali Keuangan yang Bobol Pascalebaran

Pengeluaran saat Ramadhan dan Idul Fitri sering kali tidak terkendali.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Lida Puspaningtyas
Sering kali pengelolaan keuangan saat ramadhan dan lebaran menjadi sulit karena banyaknya pengeluaran tidak terduga. Sehingga, perlu upaya stabilisasi yang dilakukan pascalebaran.
Foto: www.freepik.com
Sering kali pengelolaan keuangan saat ramadhan dan lebaran menjadi sulit karena banyaknya pengeluaran tidak terduga. Sehingga, perlu upaya stabilisasi yang dilakukan pascalebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ibadah di bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri sudah bisa dijalankan dan dirayakan di luar rumah lagi pada tahun ini. Masyarakat pun kembali menghabiskan lebih banyak porsi penghasilannya. Bahkan tidak sedikit yang gagal mengontrol pengeluarannya.

Baca Juga

Direktur PT Insight Investments Management (INSIGHT) Ria M. Warganda memberikan beberapa tips penting untuk menstabilkan kondisi keuangan pascalibur lebaran. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

1. Hitung Kembali Pengeluaran Selama Bulan Puasa dan Libur Lebaran

 

Ria menyampaikan, menghitung kembali pengeluaran dari bulan puasa hingga libur lebaran membuat kita bisa memetakan pos pengeluaran mana saja yang sekiranya besar dan tidak terkontrol. Setelahnya, barulah kita bisa melakukan evaluasi dan mulai kembali membatasi pengeluaran yang kurang penting.

“Lihat mana saja pos pengeluaran terbesar saat lebaran. Setelah tahu, sebisa mungkin batasi pengeluaran untuk pos-pos tersebut," ujar Ria melalui siaran pers, Rabu (4/5/2023).

2. Hindari utang dan cari penghasilan tambahan

Meningkatnya kebutuhan saat ramadhan dan lebaran membuat orang terpaksa untuk berutang. Menurut Ria, jika akhirnya memang terpaksa harus berutang, maka hal penting yang harus dilakukan setelah lebaran adalah menyusun langkah untuk segera melunasinya.

“Pertama, sudah seharusnya tidak menunda untuk membayar utang. Dan kedua, sudah seharusnya untuk tidak menutupi utang dengan utang yang lain. Sebisa mungkin mencari penghasilan tambahan atau pos-pos pendapatan baru,” Jelas Ria.

3. Disiplin sisihkan porsi penghasilan untuk investasi

Dalam kondisi keuangan yang kurang stabil, menurut Ria, penting untuk tetap disiplin menyisihkan dana untuk menabung dan berinvestasi. Saat ini ada banyak pilihan instrumen investasi, salah satunya reksa dana yang memiliki minimal pembelian.

INSIGHT misalnya, memiliki produk reksa dana pendapatan tetap Insight Haji Syariah (I-Haji Syariah Fund) yang bisa dibeli dengan minimum pembelian sebesar Rp 100 ribu. Menurut Ria, dalam kondisi pasar saat ini yang nyatanya seringkali tidak stabil, berinvestasi harus tetap konsisten dijalankan.

4. Atur keuangan untuk lebaran tahun mendatang

Untuk mengantisipasi pengeluaran berlebih pada lebaran tahun mendatang, menurut Ria, penting untuk mempersiapkan rencana keuangan mulai dari satu sebelumnya.

Agar realisasi perencanaan keuangan bisa lebih terukur dan terarah, investasi pada instrumen reksa dana bisa menjadi pilihan dalam mencapai tujuan finansial. Produk investasi yang bisa menjadi pilihan yaitu reksa dana dengan rekam jejak yang baik dalam jangka panjang serta konsisten menghasilkan pertumbuhan yang optimal.

I-Haji Syariah Fund merupakan salah satu produk unggulan INSIGHT yang berhasil tumbuh sebesar 91,19 persen selama sepuluh tahun kebelakang. Kinerja tersebut jauh lebih unggul dibandingkan benchmark-nya Infovesta Syariah Fixed Income Fund Index yang hanya tumbuh sebesar 58,91 persen per 31 Maret 2023.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement