Kamis 22 Mar 2012 08:42 WIB

Kendala Permodalan dan Akses Kredit Perbankan

Bank (Ilustrasi)
Foto: pkrpokerrakeback
Bank (Ilustrasi)

Pertanyaan:

Saya telah berusaha lebih dari 2 tahun, namun dalam hal ini menjadi kendala modal dalam pengembangan usaha saya. Pihak perbankan pernah coba saya jajaki untuk melakukan pembiayaan, tapi tidak pernah bersambut. Bagaimana kiranya mengatasi masalah permodalan ini ya, Pak? Terima kasih.

Tomy Andreas, Pondok Kopi - 31 tahun 

Jawaban:

Selamat untuk Pak Tomy, bahwa dalam perkembangan bisnis, maka kebutuhan berusaha memang terkadang membutuhkan support pihak lembaga keuangan. Terkait dengan pernyataan bapak, yang mengatakan bahwa sampai saat ini belum mendapatkan fasilitas bantuan perbankan, perlu dilakukan evaluasi terkait.

Salah satu kelemahan yang banyak dihadapi oleh bisnis UKM yakni lemahnya sistem pembukuan. Sehingga, dengan demikian akan menjadi tidak Banl-able dalam sudut pandang Bank sebagai lembaga penyalur kredit usaha. Untuk itu, perlu dilakukan perbaikan khususnya dalam menjalankan pembukuan sederhana sebagai sarana verifikasi kelayakan usaha untuk dapat dibiayai.

Umumnya, perbankan membutuhkan analisa, baik secara kuantitatif (laporan data penjualan) maupun kualitatif (laporan kapasitas individu). Dalam hal ini, yang akan menjadi fokus bagi pihak perbankan yakni tinjauan keuangan dengan melakukan administrasi atas pencatatan penjualan. Di mana untuk hal tersebut, perlu dilakukan pembukuan yang sederhana dalam pembelian dan penjualan.

Sehingga, terdapat catatan terkait untuk dapat dievaluasi oleh pihak perbankan. Selain itu, sebenarnya yang perlu dipahami ialah saluran pembiayaan tidak hanya dilakukan oleh pihak perbankan. Dalam pendanaan keuangan, terdapat di level mikro BMT, Koperasi Simpan Pinjam sampai ke BPR.

Pada sisi lain, kebutuhan akan permodalan memang akan berkenaan dengan pola kerja yang dilakukan. Perlu kembali dilihat apakah dapat skema transaksi lebih banyak menggunakan cash ataupun dengan termin waktu bayar. Kemudian, bila dalam cakupan pekerjaan besar, maka bisa meminta dilakukan pembayaran uang muka pekerjaan sehingga membantu cashflow bisnis. Demikian yang dapat kami sampaikan, terima kasih dan salam entrepreneur.

Ery Kasman, SE, MSi 

Direktur Entrepreneur Institute

Rubrik konsultasi ini bekerja sama dengan Entrepreneur Institute.

Kirimkan pertanyaan ke: [email protected]

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement