Kamis 01 Oct 2026 19:24 WIB

BCA Syariah Gelar Kompetisi Menulis, Dorong Jurnalis Angkat Ekonomi Syariah

Fleksibilitas perbankan syariah dinilai masih perlu terus diperluas.

PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) resmi membuka BCA Syariah Journalist Writing Competition (JWC) 2026.
Foto: BCA Syariah
PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) resmi membuka BCA Syariah Journalist Writing Competition (JWC) 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) resmi membuka BCA Syariah Journalist Writing Competition (JWC) 2026. Agenda tahunan yang konsisten diselenggarakan sejak 2023 ini kembali mengajak para jurnalis mengangkat ragam perspektif ekonomi dan keuangan syariah melalui karya jurnalistik yang informatif, faktual, dan inspiratif.

Kickoff JWC 2026 berlangsung di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Rabu (30/9/2026), dan dibuka oleh Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum. Acara kemudian dirangkai dengan talkshow bertajuk “Membaca Arah dan Tren Bisnis Konsumer Syariah, in this Economy”.

Baca Juga

Diskusi tersebut menghadirkan Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah OJK, Dian Masyita serta Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan. Masing-masing memaparkan perkembangan sektor keuangan syariah, pergeseran kebutuhan konsumen, daya beli masyarakat, hingga peluang dan tantangan bisnis konsumer perbankan syariah.

Melalui JWC 2026 yang mengusung tema “Mengungkap Kisah Ekonomi Syariah, Menjadi Jurnalis Inspiratif”, BCA Syariah memberikan ruang luas bagi jurnalis untuk memotret kemanfaatan nyata layanan keuangan syariah dalam kehidupan masyarakat.

Penyelenggaraan kompetisi ini didasari oleh peran strategis jurnalis dalam menyampaikan edukasi perbankan dan keuangan syariah agar semakin dekat, tepat sasaran, serta mudah dipahami oleh publik. Pemahaman masyarakat mengenai fleksibilitas perbankan syariah dinilai masih perlu terus diperluas, terutama mengenai sifat layanannya yang universal, inklusif, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Oleh karena itu, penyampaian informasi yang akurat dan komunikatif menjadi hal yang sangat krusial. JWC 2026 pun diarahkan bukan hanya untuk mengangkat BCA Syariah, melainkan untuk mendorong literasi dan perkembangan perbankan syariah secara luas nasional.

Dalam kesempatan talkshow tersebut, Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah OJK Dian Masyita menyoroti pentingnya peran teknologi dalam perkembangan perbankan syariah. Menurutnya, inovasi digital harus berjalan seiring dengan keandalan sistem keamanan demi membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Keamanan dari rekening, digitalisasi itu jadi plusnya juga. Dua-duanya itu tak terelakkan lagi membuat orang akan memilih,” kata Dian.

Dian juga melihat peluang digitalisasi BCA Syariah untuk mendorong perkembangan perbankan syariah secara lebih luas, di mana teknologi dapat menjadi kekuatan utama dalam memperluas aksesibilitas dan kemudahan layanan.

Dari sisi segmen pasar, Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah Bukit Mas Siahaan mengungkapkan bahwa Generasi Z memiliki potensi pasar yang sangat menjanjikan bagi bisnis konsumer. Sebagai perbandingan, pembiayaan KPR saat ini masih didominasi generasi milenial sebesar 71,2%, sedangkan porsi Generasi Z baru mencapai 7,4%.

Menariknya, pada produk pembiayaan emas, partisipasi Generasi Z menunjukkan peningkatan signifikan. “Gen Z mulai lebih banyak yang mengambil pembiayaan emas, angkanya sekitar 19%. Jadi di sini kami melihat peluang bahwa ke depannya ada potensi market yang berkembang di generasi Z,” jelas Bukit.

Mencermati pergeseran demografi tersebut, transformasi digital menjadi kunci utama dalam memfasilitasi kebutuhan nasabah muda. BCA Syariah telah merespons kebutuhan ini melalui aplikasi mobile banking BSya yang memudahkan pembukaan tabungan hingga investasi pembiayaan emas.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi