Jumat 25 Sep 2026 09:14 WIB

OJK: Hampir 12 Ribu Anak Muda Ikut Olimpiade Keuangan Syariah 2026

Kompetisi ISFO 2026 jadi wadah generasi muda mengasah pengetahuan keuangan syariah.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda
Tangkapan layar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi saat memberikan sambutan dalam Acara Kick Off Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2024 OJK yang diikuti secara daring, Senin (24/6/2024).
Foto: Republika/Dian Fath Risalah
Tangkapan layar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi saat memberikan sambutan dalam Acara Kick Off Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2024 OJK yang diikuti secara daring, Senin (24/6/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 11.952 generasi muda mengikuti Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026. Jumlah tersebut meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, peserta ISFO 2026 tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Jumlah tim juga meningkat sekitar 15 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Baca Juga

“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky dalam Puncak ISFO 2026 di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut Dicky, kompetisi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencetak pemenang. OJK ingin peserta memiliki kemampuan memahami dan mengelola keuangan, memilih produk sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta menciptakan nilai tambah melalui kegiatan ekonomi.

“Yang lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang CAKAP, BIJAK, PRODUKTIF, serta TERLINDUNGI,” ujarnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, generasi muda Muslim merupakan modal sosial yang besar bagi perkembangan ekonomi syariah Indonesia. Menurut dia, kelompok tersebut memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi syariah di masa depan.

“Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti.

Dia menilai tantangan ekonomi syariah ke depan adalah memperluas inklusi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat. Karena itu, generasi muda didorong untuk mengembangkan usaha produktif dan menciptakan nilai tambah.

Sementara itu, Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah perlu diikuti dengan penguatan akses pembiayaan dan wadah ekonomi.

“Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Ferry.

Dalam ISFO 2026, kompetisi terdiri atas Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) dan Wirausaha Muda Syariah (WMS). Grand Final diikuti empat tim CCKS kategori pelajar, empat tim CCKS kategori mahasiswa, serta tiga tim WMS kategori mahasiswa.

Selain kompetisi, OJK dan Kemendikdasmen juga menandatangani nota kesepahaman serta meluncurkan Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan F untuk memperkuat pendidikan literasi keuangan, termasuk keuangan syariah, di satuan pendidikan. 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi