Rabu 23 Sep 2026 23:45 WIB

Produk Halal Indonesia Bidik Pasar ASEAN hingga Timur Tengah

Produk halal Indonesia melihat peluang ekspansi ke pasar internasional.

Logo halal.
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Logo halal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Industri produk halal Indonesia mulai membidik pasar global, termasuk kawasan ASEAN, Asia hingga Timur Tengah. Peluang tersebut didukung meningkatnya perhatian konsumen terhadap aspek halal, kualitas, dan kepercayaan terhadap produk.

Brand & Marketing Executive Mooochii Indonesia Gilbert Hanli Lim mengatakan, perusahaan melihat peluang untuk membawa produk halal yang dikembangkan dan diproduksi di Indonesia ke pasar internasional. Menurut dia, pengembangan pasar global menjadi bagian dari visi perusahaan untuk memperluas jangkauan produk Indonesia.

Baca Juga

Gilbert mengatakan, meski memiliki karakter produk yang terinspirasi dari Jepang, Mooochii bukan produk impor atau waralaba dari Jepang. Produk tersebut dikembangkan dan diproduksi di Indonesia dengan riset yang turut mempelajari teknik dan tradisi Jepang.

Tim riset dan pengembangan (R&D) Mooochii mempelajari berbagai aspek produksi dari Jepang sebelum mengembangkan produk di Indonesia. Produk kemudian dipasarkan untuk menjangkau berbagai kelompok konsumen.

Menurut Gilbert, ekspansi pasar harus berjalan bersama dengan konsistensi kualitas dan status halal produk. Kepercayaan konsumen menjadi salah satu faktor penting ketika produk Indonesia memasuki pasar yang lebih luas.

“Kualitas tidak boleh turun dan kepercayaan konsumen tidak boleh turun. Kita tidak akan mengorbankan salah satu dari ini,” ujar Gilbert dalam siaran pers, Rabu (23/9/2026).

Mooochii meraih penghargaan Top Halal Award 2026 yang diselenggarakan Indonesia Halal Training & Education Center (IHATEC). Penghargaan tersebut diberikan di tengah upaya perusahaan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk halal.

Gilbert mengatakan, penghargaan tersebut juga menjadi motivasi untuk menjaga standar halal dalam pengembangan produk. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), konsumen semakin mudah memperoleh informasi mengenai produk sehingga kejelasan mengenai status halal menjadi semakin penting.

“Di zaman AI, informasi sudah dapat dimiliki konsumen dengan gampang. Kami berharap dengan meraih penghargaan ini, konsumen juga dapat percaya dengan informasi yang mereka temukan,” ujar Gilbert.

Sementara itu, Direktur IHATEC Marketing Research Evrin Lutfika menjelaskan, Top Halal Award 2026 memiliki sejumlah pembaruan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya adalah peningkatan jumlah responden menjadi 2.100 orang yang tersebar di enam kota besar di Indonesia.

IHATEC juga menambah sejumlah kategori penghargaan, termasuk kategori mochi, serta menggandeng key opinion leader (KOL) untuk memperkenalkan merek penerima penghargaan kepada masyarakat.

Evrin mengatakan, riset Top Halal Award tidak hanya melibatkan konsumen Muslim. Komposisi responden juga disesuaikan dengan proporsi penduduk non-Muslim berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), yakni sekitar 13 persen.

“Bagi mereka halal itu bukan hanya produk halal untuk umat Islam. Tapi halal itu ada kebaikan, ada kepercayaan, kualitas,” kata Evrin.

Ia menjelaskan, penilaian Top Halal Award menggunakan dua parameter utama, yakni elemen merek dan elemen halal. Pada elemen merek, riset mengukur tingkat pengenalan dan kekuatan merek di mata konsumen, termasuk pengalaman pembelian dan kemungkinan konsumen membeli kembali.

Sementara pada elemen halal, konsumen ditanyakan mengenai tingkat keyakinan mereka terhadap kehalalan produk, mulai dari bahan baku, proses produksi, kemasan hingga komunikasi mengenai status halal. Kedua elemen tersebut kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan Top Halal Index. “Tiga teratas untuk masing-masing kategori itulah pemenangnya,” ujar Evrin.

Pada 2026, sebanyak 45 merek menerima Top Halal Award. Evrin mengatakan terdapat tujuh merek yang berhasil mempertahankan penghargaan tersebut selama lima tahun berturut-turut sejak ajang tersebut digelar pada 2022.

Menurut Evrin, penghargaan Top Halal dapat memberikan tambahan informasi bagi konsumen dalam memilih produk, terutama terkait aspek halal dan kepercayaan terhadap merek.

Evrin menambahkan, pemahaman mengenai halal perlu semakin luas sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Edukasi mengenai halal, kata dia, perlu menjangkau masyarakat luas, tidak hanya pelaku industri dan pemangku kepentingan halal.

“Harapannya semua orang teredukasi pentingnya halal. Ketika mereka memilih produk, masuk ke restoran, mereka hanya memilih produk-produk yang halal,” kata Evrin.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi