REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah nasabah Tabungan Haji PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mencapai 7,8 juta orang hingga Juli 2026. Sekitar 46 persen di antaranya merupakan generasi Z dan kelompok usia muda.
SEVP Funding and Transaction BSI Ida Triana Widowati mengatakan jumlah nasabah Tabungan Haji BSI bertambah sekitar satu juta orang secara year to date (ytd). Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini.
“Generasi muda sekarang tidak hanya melihat tabungan sebagai tempat menyimpan dana. Mereka mulai memandang keuangan sebagai bagian dari perjalanan untuk mencapai sesuatu yang memiliki arti bagi kehidupan. Karena itu, kami melihat semakin banyak anak muda yang mulai menyiapkan haji dan umrah sejak dini,” ujar Ida dalam pesan singkatnya, Senin (15/9/2026).
Dari sisi dana, Tabungan Haji BSI tumbuh 16,02 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp17,1 triliun per Juli 2026.
Ida mengatakan perubahan perilaku generasi muda membuat tabungan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dana. Persiapan haji dan umrah mulai menjadi salah satu tujuan finansial yang direncanakan sejak usia muda.
“Ketika anak muda mulai menabung untuk haji, yang dipersiapkan sebenarnya bukan hanya dana. Mereka sedang mempersiapkan sebuah perjalanan yang memiliki nilai spiritual dan personal,” katanya.
Untuk mendukung kebiasaan menabung sejak dini, BSI menyediakan Tabungan Haji dengan setoran awal Rp100 ribu dan tanpa biaya administrasi bulanan. Pembukaan rekening dan perencanaan tabungan juga dapat dilakukan melalui aplikasi BYOND by BSI.
Nasabah dapat menggunakan fitur autodebet untuk melakukan setoran secara berkala. BSI juga mengembangkan ekosistem haji dan umrah yang mencakup akses kepada mitra perjalanan, bimbingan ibadah, transaksi selama perjalanan, serta layanan digital.
BSI juga terus menyosialisasikan Program Indonesia Berhaji untuk memperluas akses dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan ibadah haji sejak dini.