REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tabungan haji Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp336 miliar hingga Juni 2026, tumbuh sekitar 5,1 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Pertumbuhan tersebut mencerminkan minat masyarakat untuk mempersiapkan dana haji sejak dini.
Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo mengatakan, perseroan mendorong masyarakat menyiapkan niat dan kemampuan finansial untuk berhaji melalui perencanaan keuangan yang matang.
“Bagi kami, pertumbuhan tidak berhenti pada pencapaian angka-angka kinerja. Pertumbuhan juga harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Yuwono dalam kegiatan “Di Antara Doa Vol. 1” di Masjid Jami Bintaro Jaya Sektor 1, dikutip Rabu (2/9/2026).
Hal tersebut salah satunya dilakukan melalui kampanye GenHajj (Generasi Haji) dengan slogan “Haji Mudah untuk Semua Generasi”. Kampanye tersebut didukung Tabungan Haji iB Bank Mega Syariah yang dapat digunakan nasabah dewasa maupun anak-anak.
Tabungan tersebut memiliki setoran awal ringan dan bebas biaya administrasi bulanan. Layanan ini juga terhubung secara daring dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama untuk mempermudah pendaftaran porsi haji.
Selain persiapan ibadah haji sejak dini, Bank Mega Syariah bersama CT ARSA Foundation menjalankan program MeSya Berbagi Berkah. Program tersebut mengajak nasabah mengombinasikan kebiasaan menabung atau berinvestasi dengan berbagi melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf).
Sementara itu, kegiatan “Di Antara Doa Vol. 1” digelar dalam rangka Milad ke-22 Bank Mega Syariah. Kegiatan yang mengangkat tema “Allah Menilai Proses, Bukan Hanya Hasil” tersebut dihadiri sekitar 1.500 peserta.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ustaz Fatih Karim, Ustaz Jojo Ali Yusuf, serta Muslim Mental Health Educator Silmy Risman. Bank Mega Syariah berencana menggelar kegiatan serupa secara rutin di berbagai masjid dengan menghadirkan ustaz dan narasumber yang relevan bagi masyarakat.