Kamis 23 Jul 2026 14:49 WIB

BSI Kelola 23 Ton Emas, Dukung Penguatan Industri Bullion Nasional

Pengembangan IBMA diharapkan mempercepat hilirisasi emas.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ahmad Fikri Noor
Karyawan melayani nasabah yang ingin membeli emas di Gedung BSI Tower, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Foto: Edwin Putranto/Republika
Karyawan melayani nasabah yang ingin membeli emas di Gedung BSI Tower, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat bisnis bullion dengan mendukung pengembangan Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Hingga Mei 2026, BSI mengelola lebih dari 23 ton emas melalui layanan perdagangan, penitipan, dan simpanan emas sebagai bagian dari pengembangan bisnis bullion perseroan.

Direktur Sales dan Distribution BSI yang juga Sekretaris Jenderal IBMA Anton Sukarna mengatakan pembentukan IBMA diharapkan mempercepat penguatan ekosistem pasar bullion nasional melalui kolaborasi antarpelaku industri, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Baca Juga

“Kami terus mengedukasi masyarakat bahwa emas adalah salah satu investasi syariah yang aman dan memiliki nilai intrinsik jangka panjang. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, kami sudah menyiapkan beberapa langkah strategis agar emas tetap bisa dijangkau seluruh kalangan,” ujar Anton dalam keterangannya, dikutip Kamis (23/7/2026).

Menurut Anton, masyarakat kini dapat membeli emas secara digital melalui aplikasi BYOND by BSI mulai sekitar Rp 50 ribuan. Perseroan juga tengah menyiapkan fitur tabungan emas rutin sebagai bagian dari pengembangan layanan bullion.

IBMA dibentuk oleh para pelaku industri bullion untuk mendorong pengembangan pasar bullion yang lebih kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi, serta penguatan ekosistem industri. Kehadiran asosiasi tersebut diharapkan mempercepat hilirisasi emas sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat pasar bullion di kawasan Asia Tenggara.

Ketua Umum IBMA Selfie Dewiyanti mengatakan asosiasi tersebut ingin mendorong perubahan pemanfaatan emas dari sekadar aset lindung nilai menjadi instrumen keuangan yang produktif dan likuid.

“Kehadiran IBMA membawa misi transformasi besar bagi perekonomian nasional. Kami ingin mengubah paradigma masyarakat dan industri terhadap emas, dari yang tadinya hanya untuk melindungi nilai aset, menjadi aset keuangan yang produktif, likuid, dan aktif,” kata Selfie.

IBMA beranggotakan sejumlah pelaku industri bullion, antara lain BSI, Pegadaian, PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Hartadinata Abadi Tbk, PT Laku Emas Indonesia, PT Indonesia Commodity & Derivatives Exchange, PT Brinks Solutions Indonesia, PT Central Mega Kencana, PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24), PT Untung Bersama Sejahtera, dan PT Sentral Kreasi Kencana.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi