Selasa 07 Jul 2026 11:39 WIB

Laba BSI Naik 16,73 Persen, Tabungan Haji dan Bank Emas Jadi Penopang

BSI membukukan laba Rp3,39 triliun hingga Mei 2026.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Karyawan menunjukkan produk emas di Gedung BSI Tower, Jakarta, Rabu (3/6/2026). BSI dan Antam berkolaborasi memperkuat peran bullion banking yang mengkreasikan Pop Up Booth BSI & Antam di BSI Tower, Jakarta, pada 2–5 Juni 2026. Sinergi ini bertujuan memberikan kemudahan bagi nasabah untuk membeli emas Antam fisik secara langsung. Sebagai syarat utama pembelian emas fisik pada ajang eksklusif ini, nasabah wajib memiliki rekening BSI Emas yang diakses melalui aplikasi Byond by BSI.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Karyawan menunjukkan produk emas di Gedung BSI Tower, Jakarta, Rabu (3/6/2026). BSI dan Antam berkolaborasi memperkuat peran bullion banking yang mengkreasikan Pop Up Booth BSI & Antam di BSI Tower, Jakarta, pada 2–5 Juni 2026. Sinergi ini bertujuan memberikan kemudahan bagi nasabah untuk membeli emas Antam fisik secara langsung. Sebagai syarat utama pembelian emas fisik pada ajang eksklusif ini, nasabah wajib memiliki rekening BSI Emas yang diakses melalui aplikasi Byond by BSI.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp3,39 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang penghimpunan dana murah, ekspansi pembiayaan, serta peningkatan bisnis tabungan haji dan bank emas.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan dana pihak ketiga (DPK) BSI mencapai Rp372 triliun atau tumbuh 16,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didorong dominasi dana murah dengan rasio current account saving account (CASA) sebesar 63,16 persen.

Baca Juga

Menurut Cahyo, strategi BSI sebagai bank syariah sekaligus bank emas menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru. Di sisi lain, perseroan terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah.

“Sebagai bank syariah, kami terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah. Sementara sebagai bank emas, kami memperluas literasi dan akses tabungan emas yang kini dapat dimulai dari Rp50 ribu. Strategi ini mendapat respons positif, terutama dari generasi muda,” ujar Cahyo dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi