Selasa 23 Jun 2026 14:06 WIB

MES dan Menara Syariah Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Syariah

Peran koperasi dinilai strategis untuk memperluas manfaat ekonomi syariah.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ketua Harian PP Masyarakat Ekonomi Syariah Ferry Juliantono.
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Harian PP Masyarakat Ekonomi Syariah Ferry Juliantono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat (PP) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia melalui sinergi antara industri takaful (asuransi syariah), koperasi, dan kolaborasi internasional. Ferry menjelaskan, pengembangan ekosistem syariah tidak hanya didasarkan pada nilai ekonomi atau transaksi semata, tetapi juga perlu diukur dari seberapa besar dampaknya terhadap kemaslahatan, keadilan, dan keberlanjutan sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi.

"Di sisi inilah Indonesia memiliki peran strategis untuk memastikan tujuan pembangunan ekonomi syariah melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)," ujar Ferry dalam simposium bertema Reimagining Takaful for Sustainable World yang digelar Menara Syariah dan Universiti Utara Malaysia (UUM) di Menara Syariah PIK 2, Senin (22/6/2026).

Baca Juga

Ferry menyampaikan koperasi dapat terlibat dalam pengembangan industri takaful. Sebab, Indonesia memiliki kekuatan berupa basis ekonomi rakyat yang besar, jaringan komunitas yang luas, serta gerakan koperasi yang tumbuh hingga tingkat desa.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Menara Syariah dan UUM serta antara Menara Syariah dan MES. Kerja sama itu terkait sinergi dan kolaborasi pengembangan ekosistem industri keuangan syariah dan takaful di Indonesia dan Malaysia, sekaligus menjadikan Menara Syariah sebagai simbol utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Ferry menambahkan, saat ini nilai konsumsi masyarakat Muslim dunia pada sektor-sektor ekonomi syariah mencapai lebih dari dua triliun dolar AS per tahun dan diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini menunjukkan ekonomi syariah bukan lagi sekadar segmen pasar, melainkan telah menjadi salah satu kekuatan penting dalam perekonomian global.

Dengan potensi penduduk Muslim terbesar di dunia yang mencapai sekitar 240 juta jiwa, kata Ferry, Indonesia berpeluang besar memastikan ekosistem industri keuangan syariah, khususnya takaful, dapat berkembang pesat. Terlebih, keberadaan KDKMP dapat menjadi instrumen untuk menjalankan program pengembangan ekonomi syariah hingga ke desa-desa.

"Nilai-nilai yang menjadi fondasi koperasi, yaitu gotong royong, kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan bersama, memiliki keselarasan yang sangat kuat dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah," ujar Ferry.

Dalam konteks tersebut, industri takaful dipandang memiliki peran vital. Takaful bukan sekadar produk keuangan, melainkan manifestasi nilai ta'awun atau saling tolong-menolong.

"Keberhasilan takaful harus diukur dari sejauh mana mampu menghadirkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan sosial, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tegas Ferry.

Sebagai Ketua Harian MES, Ferry optimistis ekonomi syariah Indonesia akan terus tumbuh tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen, inovator, dan pusat pertumbuhan global.

"Oleh karena itu, kami memohon dukungan dari gerakan ekonomi syariah dan para pemangku kepentingan terkait agar upaya ini dapat mendorong perubahan kondisi masyarakat di desa menjadi lebih sejahtera," kata Ferry.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi