REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Nasional (BSN) membukukan laba bersih sebesar Rp473,75 miliar hingga Mei 2026. Realisasi tersebut meningkat 40,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp336,03 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan BSN, pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan pengelolaan dana bersih yang mencapai Rp1,13 triliun hingga Mei 2026. Angka tersebut tumbuh 25,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp899,69 miliar.
Pertumbuhan bisnis juga tercermin dari penyaluran pembiayaan yang terus meningkat. Hingga Mei 2026, total pembiayaan BSN mencapai Rp58,38 triliun atau tumbuh 22,68 persen secara tahunan dibandingkan Rp47,59 triliun pada Mei 2025.
Di sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BSN tercatat sebesar Rp60,62 triliun. Nilai tersebut meningkat 14,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp53,32 triliun.
BSN juga mencatat perbaikan profitabilitas operasional. Hingga Mei 2026, laba sebelum pencadangan atau pre provision operating profit (PPOP) mencapai Rp706,25 miliar, meningkat 30,16 persen dibandingkan Rp542,61 miliar pada Mei 2025.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut menunjukkan penguatan bisnis yang dilakukan perseroan mulai memberikan hasil positif di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global.
“Bank BSN menegaskan komitmen untuk memperkuat transformasi bisnis, memperluas layanan digital, dan menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan syariah nasional. Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia,” ujar Alex dalam siaran pers, Jumat (19/6/2026).
Menurut Alex, perseroan akan melanjutkan berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.
Kinerja hingga Mei 2026 melanjutkan tren positif yang telah dibukukan BSN sejak kuartal pertama tahun ini. Perseroan optimistis momentum pertumbuhan dapat terus terjaga seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan berbasis syariah.