Jumat 22 May 2026 13:56 WIB

LRT Dukuh Atas Akan Ganti Nama Jadi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia

“Dukuh Atas adalah tempat orang bekerja, berkarya, dan mencari rezeki," kata Anggoro.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Lida Puspaningtyas
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo (ketiga kanan) bersama Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT KAI I Gede Darmayusa (keempat kanan) dan Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek Fuad I. Z Fachroeddin (kedua kanan) saat meresmikan hak penamaan di Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Jumat (22/5/2026). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi meluncurkan hak penamaan untuk Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia untuk memperluas layanan keuangan syariah di pusat transportasi perkotaan.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo (ketiga kanan) bersama Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT KAI I Gede Darmayusa (keempat kanan) dan Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek Fuad I. Z Fachroeddin (kedua kanan) saat meresmikan hak penamaan di Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Jumat (22/5/2026). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi meluncurkan hak penamaan untuk Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia untuk memperluas layanan keuangan syariah di pusat transportasi perkotaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas resmi berganti nama menjadi Stasiun Dukuh Atas–Bank Syariah Indonesia mulai Jumat (22/5/2026). Pergantian nama itu menjadi bagian kerja sama naming rights antara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Kawasan Dukuh Atas dipilih karena menjadi salah satu titik transit tersibuk di Jakarta. Setiap hari, sekitar 25 ribu penumpang menggunakan stasiun tersebut sebagai tujuan akhir perjalanan dari lintas Cibubur dan Bekasi.

Baca Juga

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan kehadiran nama BSI di kawasan transit publik ditujukan agar layanan perbankan syariah lebih dekat dengan masyarakat urban, terutama generasi muda pengguna transportasi umum.

“Dukuh Atas adalah tempat orang bekerja, berkarya, dan mencari rezeki. Di situlah kami ingin Bank Syariah Indonesia hadir,” ujar Anggoro di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, tren penggunaan transportasi publik di kota besar terus meningkat dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Karena itu, BSI melihat kawasan transit sebagai lokasi strategis untuk memperluas literasi keuangan syariah.

BSI juga akan mengenalkan layanan digital hingga tabungan emas kepada pengguna LRT. Anggoro mengatakan produk emas dipilih karena dinilai semakin diminati kalangan muda sebagai instrumen investasi jangka panjang.

"Kami berharap anak-anak muda mulai menabung emas. Saat krisis sekalipun, emas tetap bertahan,” katanya.

photo
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Bapak Anggoro Eko Cahyo (paling kanan) berbincang bersama Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek Bapak Fuad I. Z Fachroeddin (kiri) dan Direktur portofolio management dan teknologi informasi PT KAI Bapak I Gede Darmayusa (dua dari kiri) di signage Stasiun LRT Dukuh Atas-Bank Syariah Indonesia di Jakarta (22/5/2026). - (Dok. BSI)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement