REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Aladin Syariah memperkuat langkah pendalaman pasar uang syariah melalui kolaborasi antarbank. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi di pasar uang antarbank syariah.
Bank Aladin Syariah menggandeng Bank Syariah Nasional dan BCA Syariah dalam skema Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA). Instrumen ini diharapkan memperkuat likuiditas dan stabilitas industri keuangan syariah.
Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Tjatur Rachmadi mengatakan, pendalaman pasar uang syariah menjadi langkah penting di tengah dinamika pasar keuangan. Instrumen seperti SiPA dinilai mampu meningkatkan efisiensi transaksi antarbank.
“Sebagai bagian dari industri perbankan syariah, kami memandang pendalaman pasar uang syariah sebagai strategi dan langkah yang sangat penting dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan industri, sejalan dengan arah Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (BPPU) 2030. Pemanfaatan instrumen seperti SiPA memungkinkan transaksi antar bank dilakukan secara lebih efisien, aman, dan tetap sesuai dengan prinsip syariah,” kata Koko, Rabu (22/4/2026).
Melalui kolaborasi ini, Bank Aladin Syariah mendorong sinergi antar pelaku industri untuk memperkuat kepercayaan pasar. Kepastian counterparty dan transparansi transaksi menjadi fokus utama.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, kerja sama ini memperkuat struktur industri melalui pengelolaan risiko yang lebih baik. Instrumen SiPA juga dinilai memperluas pemanfaatan pasar uang syariah.
“Kerja sama transaksi SiPA dengan Bank Aladin Syariah memungkinkan kami untuk memperluas pemanfaatan instrumen pasar uang syariah secara kolaboratif. Melalui instrumen ini, BCA Syariah dan mitra perbankan dapat bersinergi dalam mendukung tujuan Bank Indonesia agar pasar keuangan syariah lebih aktif dengan kapasitas yang lebih besar, namun tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang akuntabel,” kata Yuli.
Direktur Utama Bank Syariah Nasional Alex Sofjan Noor menilai kerja sama ini mendorong transaksi yang lebih aman dan transparan. Penggunaan agunan seperti SBSN dan Sukuk Bank Indonesia dinilai meningkatkan kepercayaan pelaku industri.
“Sebagai bagian dari komitmen Bank BSN dalam mendorong pertumbuhan keuangan syariah nasional, kami terus menghadirkan inovasi yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan kepatuhan syariah. Penerapan pelaksanaan transaksi SiPA ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pelaku industri sekaligus meningkatkan efisiensi pasar,” kata Alex.
Bank Indonesia turut mendukung penguatan instrumen ini. Otoritas menilai pemanfaatan instrumen secured seperti SiPA menunjukkan tren positif di industri.
“Kami melihat tren positif pada pemanfaatan instrumen secured seperti SiPA yang terus meningkat, mencerminkan kepercayaan pelaku industri yang semakin kuat,” kata Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Dadang Muljawan.
Penguatan instrumen ini juga berdampak pada layanan perbankan syariah digital. Bank Aladin Syariah menilai stabilitas operasional akan meningkat seiring pendalaman pasar uang yang lebih kuat.