REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, membagikan pengalaman pribadinya mengajak keluarga beralih ke perbankan syariah dalam acara talkshow dan halal bihalal Forum Group (FG) Ekonomi dan Keuangan Syariah PP-ISEI 2026 di BSI Tower, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Ia mengaku telah menjadi nasabah bank syariah sejak 2004 dan tidak pernah berpindah hingga kini. Bahkan, seluruh pemasukan yang diterimanya dari berbagai sumber selalu dialihkan ke rekening syariah.
“Saya sudah menghijrahkan hidup saya ke bank syariah. Meskipun gaji saya di tempat lain, tetapi selalu saya pindahkan ke bank syariah,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Anggito juga mendorong keluarganya melakukan hal serupa. “Seluruh keluarga saya, saya pindahkan pengelolaan keuangannya ke bank syariah,” katanya.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi wujud nyata kepatuhan terhadap prinsip syariah. Ia menegaskan kepatuhan harus menjadi fondasi utama sebelum mempertimbangkan keuntungan.
“Bank syariah itu harus dimulai dari kepatuhan. Jangan dikompromikan dengan urusan manfaat atau return. Kalau kepatuhan sudah masuk di hati, keuntungan akan datang,” ucap Anggito.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung perkembangan industri perbankan syariah nasional yang dinilai terus menunjukkan tren positif. Salah satunya terlihat dari pertumbuhan aset Bank Syariah Indonesia (BSI) yang meningkat signifikan sejak merger tiga bank syariah BUMN pada 2021.
“Dulu totalnya sekitar Rp 200 triliun. Sekarang sudah di atas Rp 400 triliun,” katanya.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai kisah sukses yang bisa menjadi pembelajaran bagi industri. Ke depan, ia melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, termasuk dari rencana konsolidasi bank syariah lain yang dapat memperbesar skala industri.
Anggito juga menekankan ekonomi syariah merupakan perpaduan antara ilmu ekonomi dan hukum Islam. Karena itu, aspek kepatuhan menjadi pembeda utama sekaligus kekuatan dalam sistem tersebut.
Dengan memulai dari keluarga, ia berharap kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah dapat tumbuh lebih kuat dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata.