Rabu 15 Apr 2026 09:41 WIB

Free Float BSI Masih 9,9 Persen, Penambahan Ditargetkan Bertahap

Perseroan menyiapkan strategi jangka menengah untuk memenuhi standar pasar.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menambah porsi saham beredar di publik (free float) belum akan terealisasi dalam waktu dekat. Meski ditargetkan naik menjadi 15 persen, peningkatan tersebut dipastikan tidak dilakukan tahun ini.

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan, perseroan tetap memiliki rencana menambah free float secara bertahap. Namun, langkah itu masih dalam tahap kajian dan bergantung pada keputusan pemegang saham.

Baca Juga

“Ada rencana ke arah sana. Paling tidak kita naikkan dulu bertahap, nanti ke 15 persen,” ujarnya ditemui usai Halal Bihalal Forum Group (FG) Ekonomi dan Keuangan Syariah PP-ISEI 2026 di BSI Tower Jakarta, Selasa (14/4/2026) sore.

Saat ini, porsi free float BSI tercatat sekitar 9,9 persen. Angka tersebut masih di bawah target baru yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni minimal 15 persen. Standar serupa juga menjadi acuan indeks global seperti MSCI.

Bagi investor ritel, peningkatan free float biasanya berdampak pada likuiditas saham. Semakin besar porsi saham di publik, semakin aktif pula transaksi di pasar. Kondisi ini membuat saham lebih mudah diperjualbelikan dan harga dinilai lebih mencerminkan kondisi pasar.

Bob menjelaskan, salah satu opsi yang tengah dikaji adalah melalui peran pemegang saham pengendali, yakni BPI Danantara. Namun, skema finalnya belum diputuskan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement