Sabtu 29 Nov 2025 18:25 WIB

BSI Serahkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Masyarakat Aceh Serta Percepat Pemulihan Layanan

Sebagian mesin ATM sudah beroperasi melayani kebutuhan uang tunai nasabah.

 Pada hari ini (29/11/2025) bertempat di BSI Tower Jakarta, Direktur Information Technology BSI Muharto Hadi Suprapto, Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, Utusan Khusus Gubernur Aceh Chowadja Sanova, SEVP Operation BSI Ana Nurul Khayati, Direktur Risk Management BSI Grandhis H Harumansyah, Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro (paling kanan) melepas bantuan dan relawan BSI Maslahat menuju Aceh.
Foto: BSI
Pada hari ini (29/11/2025) bertempat di BSI Tower Jakarta, Direktur Information Technology BSI Muharto Hadi Suprapto, Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, Utusan Khusus Gubernur Aceh Chowadja Sanova, SEVP Operation BSI Ana Nurul Khayati, Direktur Risk Management BSI Grandhis H Harumansyah, Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro (paling kanan) melepas bantuan dan relawan BSI Maslahat menuju Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengirimkan bantuan tanggap darurat untuk masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, khususnya di 17 kota/kabupaten terdampak.

BSI berkoodinasi dengan BPBA (Badan Penanggulangan Bencana Aceh) dan Pemerintah Provinsi Aceh, bantuan telah dikirimkan dalam beberapa tahap dengan total 15 ton.

Bantuan dikirimkan untuk membantu kebutuhan logistik masyarakat Aceh berupa perahu karet, sembako, susu, obat-obatan, serta kebutuhan lain termasuk alat pendukung komunikasi berupa starlink dan telepon satelit yang akan di gunakan mensupport komunikasi pemerintah daerah di dalam penanganan bencana.

Selain bantuan untuk masyarakat Aceh yang disampaikan melalui pemerintah provinsi, BSI juga berupaya mempercepat pemulihan layanan cabang agar segera beroperasi.

Berbagai perlengkapan seperti seperti alat bantu telekomunikasi (starlink), genset, dan BBM juga disiapkan dan dalam perjalanan menuju lokasi. Adapun perahu karet sudah lebih dulu dikirimkan ke lokasi bencana untuk membantu evakuasi masyarakat.

Terdapat 66 kantor cabang di wilayah Aceh dan cabang di Wilayah Sumatera Utara yang tidak dapat beroperasi karena terkendala akses dan sarana pendukung lainnya.

Saat ini sebagian mesin ATM sudah beroperasi melayani kebutuhan uang tunai nasabah. Sementara kantor cabang yang terdampak banjir juga sedang dalam proses pembersihan sehingga segera dapat melayani transaksi nasabah.

Meski sebagian bantuan telah tiba di lokasi bencana, Penyerahan bantuan secara resmi dilakukan Direktur Utama BSI kepada Utusan Khusus Gubernur Aceh Chowadja Sanova di BSI Tower Jakarta pada Sabtu (29/11/2025).

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan keprihatinan dan empati yang mendalam atas musibah yang terjadi di sebagian Sumatra terutama di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang juga merupakan wilayah operasional BSI.

Musibah ini, kata dia, tidak hanya berdampak pada masyarakat sekitar, tetapi juga pada aktivitas layanan perbankan di beberapa unit kantor BSI.

‘’Hari ini, kita melepas tim tambahan untuk memperkuat upaya yang sudah berjalan. Relawan BSI yang berangkat akan menjadi representasi BSI di lapangan, menyampaikan bantuan, mendampingi pegawai dan nasabah, serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang mengalami masa paling berat dalam hidup mereka,’’ katanya.

Pada tahap awal, kata Anggoro, prioritas BSI adalah keselamatan nasabah, karyawan, serta masyarakat serta percepatan untuk operasional cabang di wilayah terdampak bencana.

Karena itu, BSI mengambil langkah cepat untuk memastikan keamanan seluruh personel BSI serta melakukan penyesuaian operasional sesuai kondisi di lapangan.

BSI menyadari bahwa menjelang akhir bulan, kebutuhan transaksi keuangan masyarakat meningkat. Terlebih dalam kondisi bencana seperti ini. Upaya pemulihan layanan kantor diakukan sesegera mungkin.

Saat ini, kata Anggoro, BSI telah mengaktifkan tim BCM atau Tim Tanggap Darurat untuk memantau situasi secara langsung dan memastikan langkah mitigasi berjalan efektif. Setelah masa tanggap darurat selesai juga.

Utusan Khusus Gubernur Aceh Chowadja Sanova menyatakan, "Atas nama Gubernur Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada BSI untuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan bermanfaat untuk masyarakat.’’

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement