Rabu 07 Feb 2024 13:01 WIB

Buke Rute Baru, Ini Target AirAsia untuk Keterisian Penerbangan Jakarta-Kinabalu

Target itu dipatok berdasarkan capaian penerbangan internasional pada 2023.

Sejumlah armada pesawat AirAsia (ilustrasi).
Foto: ANTARA/fauzan
Sejumlah armada pesawat AirAsia (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KINABALU -- Direktur Operasi Indonesia AirAsia Captain Wuri Septiawan meyakini tingkat keterisian penerbangan rute Jakarta-Kinabalu pada tahun ini mampu mencapai 80 persen.

"Kita yakin bahwa 80 persen akan kita bisa penuhi," ujar Wuri saat ditemui di Kinabalu, Malaysia, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga

Target itu dipatok berdasarkan capaian penerbangan internasional pada 2023 yang juga mencatatkan load factor sebesar 80 persen.

"Pada tahun 2023 kita kebanyakan seluruh penerbangan kita 80 persen (tingkat keterisian penumpang)," tambahnya.

Dengan tambahan ini, dirinya yakin penumpang maskapai berbiaya hemat ini mampu meningkat 20 persen dari 2023 yang tercatat mengangkut sebanyak 391 penumpang.

Diketahui, maskapai penerbangan berbiaya hemat AirAsia membuka kembali rute penerbangan langsung dari Jakarta ke Kinabalu, Malaysia (6/2).

AirAsia membuka penerbangan langsung dari Jakarta ke Kinabalu dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan yakni pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

Penerbangan dari Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK-BKI) diberangkatkan pada pukul 12.15 WIB dan diproyeksi tiba di Kota Kinabalu pada pukul 15.55 waktu setempat.

Sementara rute sebaliknya (BKI-CGK) berangkat pada pukul 16.35 waktu setempat dan tiba pada pukul 18.35 WIB.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa wisatawan asal Malaysia menduduki posisi teratas pengunjung asing terbanyak ke Indonesia pada tahun 2023, yaitu 16,28 persen dari total atau 1,9 miliar wisatawan.

Sementara catatan Departemen Imigrasi Sabah selama Januari – November 2023, wisatawan Indonesia menempati posisi ketiga dengan menyumbang 78.693 pengunjung asing ke Sabah.

Pembukaan rute Jakarta-Kinabalu ini pun diharapkan mampu meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian kedua negara khususnya Kota Kinabalu yang memiliki sejumlah potensi pariwisata.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement