Rabu 13 Dec 2023 16:05 WIB

Pertama di Industri, BSI Resmi Luncurkan RDN Online

BSI menargetkan akuisisi sebanyak lebih dari 97 ribu rekening.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Lida Puspaningtyas
BSI Jadi Bank Syariah Pertama Penyedia Layanan RDN Online  (Caption). Jakarta, 13/12. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi bank syariah pertama di Indonesia penyedia layanan Rekening Dana Nasabah (RDN) secara online. Terobosan tersebut merupakan bentuk nyata dari komitmen BSI dalam memberikan solusi perbankan syariah yang lebih inklusif di Tanah Air.   Peresmian ini dihadiri oleh Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (paling kanan), Direktur Pengembangan Pasar Modal dan Pasar Modal Syariah OJK Fadilah Kartikasari (kiri) dan Direktur Ritel PT Mandiri Sekuritas Theodora V.N (tengah).
Foto: BSI
BSI Jadi Bank Syariah Pertama Penyedia Layanan RDN Online (Caption). Jakarta, 13/12. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi bank syariah pertama di Indonesia penyedia layanan Rekening Dana Nasabah (RDN) secara online. Terobosan tersebut merupakan bentuk nyata dari komitmen BSI dalam memberikan solusi perbankan syariah yang lebih inklusif di Tanah Air. Peresmian ini dihadiri oleh Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (paling kanan), Direktur Pengembangan Pasar Modal dan Pasar Modal Syariah OJK Fadilah Kartikasari (kiri) dan Direktur Ritel PT Mandiri Sekuritas Theodora V.N (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi bank syariah pertama di Indonesia penyedia layanan Rekening Dana Nasabah (RDN) secara online. Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan, BSI berhasil mendapatkan persetujuan resmi dari OJK pada 1 Desember 2023 untuk membuka layanan pembukaan RDN secara online.

Hal ini menjadikan BSI sebagai bank syariah pertama penyedia layanan RDN berbasis online di Indonesia. Peluncuran layanan RDN secara online tersebut menandai langkah luar biasa BSI dalam upaya menghadirkan layanan perbankan syariah yang lebih efisien, modern dan inklusif.

Baca Juga

“Dengan telah diterbitkannya perizinan RDN Online PT Bank Syariah Indonesia, tanggal 01 Desember 2023, maka hal ini menjadi sejarah baru di industri perbankan syariah di Tanah Air, mengingat BSI merupakan Bank Umum Syariah pertama yang telah mendapatkan perizinan menyelenggarakan RDN Online,” kata Anton di Jakarta, Rabu (13/12/2023).

 

 

Pada tahap awal, kata Anton, BSI menjalin kerjasama dengan Mandiri Sekuritas sehingga masyarakat dapat melakukan pembukaan RDN secara online melalui link website Mandiri Sekuritas. Untuk tahap awal, BSI menargetkan akuisisi sebanyak lebih dari 97 ribu rekening.

 

Anton mengatakan, keberadaan RDN Online di industri perbankan syariah tidak hanya menciptakan kemudahan bagi nasabah, tetapi juga menciptakan peluang pertumbuhan bagi BSI. Tersedianya RDN secara online juga menjadi langkah strategis yang membuka pintu bagi BSI untuk memperkenalkan layanan baru dan memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

 

“Kami berharap tidak hanya menjadi bank yang memfasilitasi aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal, tetapi kami dapat menangkap peluang bisnis di pasar modal syariah Indonesia," tutur Anton.

 

Peluncuran layanan ini juga menjadi langkah awal BSI dalam mencapai tujuan besar ini, dan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BSI dan pasar modal syariah secara keseluruhan.

Anton menambahkan, BSI siap meningkatkan literasi keuangan syariah, khususnya di industri Pasar Modal Indonesia dengan RDN Online sebagai entry gate, mengingat BSI saat ini menjadi satu-satunya Bank Umum Syariah yang telah mendapatkan izin resmi menyelenggarakan RDN Online. Artinya, langkah ini kesempatan besar bagi BSI dan Bank Syariah untuk menggarap instrumen efek lainnya di Pasar Modal Indonesia.

 

"Kami berharap BSI dapat menjadi Bank Syariah Utama untuk pilihan investasi masyarakat Indonesia. Dengan langkah inisiasi ini, kami berharap BSI tidak hanya dapat menghadirkan inovasi dalam layanan perbankan, tetapi juga mendorong pengembangan ekosistem perbankan syariah dan investasi di Indonesia sehingga dapat menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Anton.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement