Senin 04 Sep 2023 14:25 WIB

BI Tasikmalaya Dorong Penguatan Halal Lifestyle untuk Perkembangan Ekonomi

Halal lifestyle untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Gita Amanda
Kegiatan Road to Festival yang digelar BI Tasikmalaya di Asia Plaza Kota Tasikmalaya, Ahad (3/9/2023).
Foto: Dok. BI Tasikmalaya
Kegiatan Road to Festival yang digelar BI Tasikmalaya di Asia Plaza Kota Tasikmalaya, Ahad (3/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya menggelar kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2023 di Asia Plaza Kota Tasikmalaya pada 1-3 September 2023. Kegiatan yang diisi dengan berbagai agenda itu merupakan upaya untuk memperkuat halal lifestyle untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. 

Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Aswin Kosotali mengatakan, ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Road to Fesyar 2023 merupakan kegiatan untuk mendukung Digital Economy and Sharia Festival Jawa Barat, Festival Ekonomi dan Syariah Jawa, serta International Sharia Economic Festival. 

Baca Juga

"Melalui penyelenggaran rangkaian kegiatan Road to Fesyar diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan keuangan di Priangan Timur yang berkelanjutan dan inklusif, melalui pengenalan dan penguatan halal lifestyle di masyarakat," kata dia melalui siaran pers, Senin (4/9/2023).  

photo
Kegiatan Road to Festival yang digelar BI Tasikmalaya di Asia Plaza Kota Tasikmalaya, Ahad (3/9/2023). - (Dok. BI Tasikmalaya)

 

Dalam Road To Fesyar 2023, terdapat berbagai agenda yang digelar. Mulai dari talkshow dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah, business coaching, selebrasi business matching pembiayaan syariah dan pendampingan sertifikasi halal, fashion show, kick off pilot project desa berdikari dalam rangka penguatan halal value chain sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan, pameran produk dan jasa halal, tabligh akbar, serta berbagai perlombaan. 

Aswin menjelaskan, berdasarkan data dari Global Islamic Economy Report (GIER), prospek ekonomi Islam global akan sangat berkembang pada tahun 2024. Mengingat, tren halal lifestyle telah banyak diterapkan oleh masyarakat di berbagai negara di dunia. 

Maka dari itu, BI mencoba melakukan pengembangan ekonomi syariah di wilayah Priangan Timur yang mengacu pada 3 pilar. Tiga pilar itu adalah pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, dan penguatan riset asesmen dan edukasi. 

Aswin berharap, upaya itu mampu memperkuat posisi Indonesia, khususnya di Priangan Timur, dalam pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Apalagi, kegiatan itu juga disinergikan dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), khususnya pada topik halal value chain sektor pertanian.  

"Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah sekaligus menjaga stabilitas harga (inflasi)," kata dia.

Aswin menyebutkan, BI Tasikmalaya telah melaksanakan berbagai program pengembangan ekonomi syariah. Sampai dengan triwulan III 2023, telah dilakukan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren di 33 pesantren, seperti pengembangan sektor pertanian terpadu berbasis teknologi digital. 

"Telah dilakukan pula pendampingan berbasis masyarakat desa yaitu pilot project desa berdikari yang saat ini telah berjalan di Desa Tanjungpura, Kabupaten Tasikmalaya dan akan direplikasi di Kota Banjar pada tahun ini," ujar dia. 

Selain itu, pada aspek pengembangan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha syariah, BI Tasikmalaya telah dilakukan pendampingan sertifikasi halal kepada 103 UMKM se-Priangan Timur. BI Tasikmalaya juga melakukan program pendampingan kurasi Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) kepada pelaku usaha syariah yang mampu meloloskan 20 pelaku usaha syariah menjadi anggota IKRA.  

"Pada sisi memperkuat permodalan, pada tahun 2023 telah dilakukan fasilitasi business matching pembiayaan bersinergi dengan Bank Syariah Indonesia dengan capaian penyaluran pembiayaan sebesar Rp 200 juta," kata dia. 

Aswin menambahkan, sebagai upaya memperkuat literasi edukasi dan keuangan syariah termasuk kampanye halal lifestyle, sampai dengan tahun 2023 telah dilakukan edukasi kepada lebih dari 7.500 peserta. Kegiatan itu dilakukan atas kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, universitas, Masyarakat Ekonomi Syariah, dan dwan kemakmuran masjid di wilayah Priangan Timur.  

"Kami juga akan melaksanakan tabligh akbar di Masjid Agung Tasikmalaya pada tanggal Rabu 6 September 2023 untuk memperluas kampanye halal lifestyle di masyarakat dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif," kata dia.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement