Selasa 28 Feb 2023 23:10 WIB

PLN Bina UMKM Tembus Ekspor ke Malaysia dan Arab Saudi

Pelaku UMKM di NTB mampu mengekspor mutiara ke Malaysia dan Arab Saudi.

Penjual menunjukkan perhiasan dari mutiara (ilustrasi). Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat mampu mengekspor mutiara ke Malaysia dan Arab Saudi dengan nilai mencapai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per bulan.
Penjual menunjukkan perhiasan dari mutiara (ilustrasi). Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat mampu mengekspor mutiara ke Malaysia dan Arab Saudi dengan nilai mencapai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat mampu mengekspor mutiara ke Malaysia dan Arab Saudi dengan nilai mencapai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per bulan.

"Selain pasar lokal, pasar nasional juga ada, mulai dari Sabang sampai Merauke. Sementara ke luar negeri saat ini seperti Malaysia dan Arab Saudi omzetnya mencapai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta dalam sebulan," kata Rusnah, pemilik galeri mutiara UD Nabil Shop Lombok di Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (28/2/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan, usahanya di bidang kerajinan mutiara air laut, emas, perak dan rhodium bisa cepat dikenal oleh penikmat ragam mutiara di Tanah Air hingga luar negeri setelah menjadi mitra binaan Rumah BUMN di Kabupaten Lombok Barat yang dikelola PLN. Rusnah mengakui bahwa pembinaan yang diberikan PLN sangat unik sehingga membuat dirinya antusias.

"Terima kasih kami haturkan kepada PLN. Pembinaan yang diberikan cukup lengkap, dari pelatihan digital marketing, manajemen keuangan, pengemasan, pemasaran melalui online maupun offline," tuturnya.

Setelah mengikuti berbagai program pembinaan Rumah BUMN PLN, perkembangan usaha Rusnah terbilang bagus. Bahkan, dirinya sudah memiliki tim penjualan yang tergabung dalam dua tim penjualan (reseller), yaitu tim reseller umum dan tim reseller khusus yang berjumlah 80 orang. Semuanya tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

"Saya juga berharap galeri saya bisa menjadi lebih besar dan bisa membangun kolaborasi dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lainnya dan bisa menciptakan tenaga kerja yang lebih banyak lagi," ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Wilayah NTB, Harfry Jack mengatakan, salah satu tujuan PLN adalah agar listrik juga dapat berperan dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), kata dia, pihaknya juga ingin pelaku UMKM binaan semakin memperluas jangkauan pasar dan memiliki daya saing hingga ke level global.

"Salah satunya dengan berperan aktif memberikan pelatihan dengan membentuk sebuah Rumah BUMN sebagai wadah pembinaan kepada UMKM," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement