Kamis 08 May 2014 19:18 WIB

Posisi Manajer, Tapi Gaji Tidak Pernah Cukup

.
Foto: Prayogi/Republika
.

REPUBLIKA.CO.ID, Pak Hari ‘Soul’ Putra yang saya hormati, kenapa ketika saya masih sebagai staf dari sebuah perusahaan, gaji yang saya terima saya merasa cukup. Tetapi ketika saya sudah menjadi manajer seperti saat ini malah kurang terus?

Mohon analisanya.

Terima kasih.

Idham

Jawaban WF 19

Salam kenal Pak Idham,

Ada 2 alasan kenapa gaji yang Anda terima hari ini sepertinya kurang terus.

Yang pertama,faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri Anda dan keluarga seperti :

a.    Inflasi, kenaikan harga-harga barang karena terlalu banyaknya uang yang beredar, rata-rata inflasi tahunan mencapai angka 10 persen.

Secara sederhana bisa Anda bandingkan antara harga telur sebelum krisis moneter 1998, waktu pasar modal di AS ambruk 2008, dan harga telur saat ini, 2014.

Telornya sama, uang kertasnyapun sama (yang membedakan hanya gambarnya saja), tetapi daya belinya selalu menurun.

b.    Tidak seimbangnya kenaikan rata-rata penghasilan atau gaji Anda dengan inflasi tahunan.

Jika kenaikan gaji tiap tahun berkisar antara 5-7 persen, sementara inflasi riil bisa 10-12 persen maka uang yang Anda terima hari ini akan selalu kalah set dengan inflasi.

c.    Kebutuhan yang meningkat

Ini faktor yang terjadi di luar kendali Anda, yang mau tidak mau Anda rasakan, misalnya jika dahulu belum ada HP kita masih bisa ‘hidup’ tetapi saat ini, tanpa HP seperti ada yang kurang dari kehidupan kita.  Belum lagi gaya hidup yang terus menyesuaikan dengan kondisi kantong Anda.

Yang kedua, faktor internal yang meliputi waktu Anda menjadi staf dan saat ini menjadi manajer.

Mari kita analisa secara sederhana.

Waktu ketika masih menjadi staf :

1.    Ketika tidak ada uang, karyawan cenderung irit atau hemat (setiap pengeluaran sangat diperhitungkan).

2.    Lebih mengedepankan kewajiban atau kebutuhan ketimbang keinginan.

3.    Lebih banyak berdiam di rumah atau mencari hiburan yang gratisan untuk relaksasi.

Setelah Anda menjadi manajer :

1.    Ketika ada kelebihan uang dari biasanya, cenderung boros (setiap keinginan sepertinya ingin segera dipenuhi).

2.    Lebih mengedepankan keinginan dilihat lebih oleh sesama karyawan biar dibilang keren ketika sudah naik jabatan atau pangkat.

3.    Banyaknya kewajiban yang dipikul dikarenakan posisi naik, berkorelasi dengan penurunan fisik, otomatis dana kesehatan menjadi membengkak.

4.    Gaya hidup meningkat (dari dulunya naik angkot atau naik kereta menjadi naik motor atau mobil), cicilan bertambah banyak (hutang kartu kredit, KPR, KPM dan lain-lain), sosialisasi diperluas (istri ikut arisan berbayar), hiburan (makan di mal, nonton bioskop rutin dan sebagainya).

Dari kedua perbandingan di atas, jelas sekali manajemen pilihan dan kebutuhan menjadi inti masalahnya.

Lantas, apa yang menjadi solusi dari pertanyaan Anda.  Beberapa jalan keluar yang bisa kami berikan adalah sebagai berikut.

1.    Tetap bersyukur apapun kondisi yang diterima saat ini

Tidak ada kata yang paling tepat yang Anda harus ucapkan selain rasa syukur.  Ketika rasa syukur ini Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari Anda, maka Insya Allah keberlimpahan dan kenikmatan hidup akan ditambah.

2.    Tetap dengan gaya hidup sederhana seperti waktu menjadi staf

Jika hidup kita sangat singkat dan semua keinginan mau dilaksanakan, sepertinya harus diselesaikan saat ini juga.  Tetapi ingat, masih ada masa depan yang belum pasti. Sehingga cara yang paling realistis adalah tetap hidup dalam kesederhanaan.

Contohlah Warren Buffett, salah seorang yang pernah menjadi orang paling kaya sedunia versi Majalah Forbes, walau bisa membeli apapun yang dia suka, tetap dengan gaya hidup sederhana.

3.    Pos-pos tabungan dan Investasi buat masa depan keluarga lebih ditingkatkan

Ketimbang Anda menghabiskan penghasilan untuk barang-barang atau benda yang bersifat konsumtif, alangkah baiknya meningkatkan pos-pos masa depan dan impian-impian Anda yang terukur dengan cara menabung dan Investasi.

Dari hasil Investasi inilah, Anda bisa menjalankan mimpi-mimpi keuangan Anda.

4.    Selalu membayar tunai

Walau zaman telah berganti, bahkan hari ini e-money sudah menjadi kelaziman bahkan membayar atau membeli cukup dengan byte-byte yang ditransfer dari HP atau smartphone Anda, tetaplah disiplin dalam mengelola uang dari uang tunai Anda.

Ketika menggunakan uang tunai, terasa seperti ada yang hilang dari dompet Anda, bandingkan dengan menggunakan kartu debit, kartu kredit maupun uang yang dikonversi dalam bentuk pulsa yang bisa membayar barang atau benda yang akan Anda beli.  Sepertinya tidak ada yang hilang dari dompet Anda.

5.    Jika punya hutang, carilah utang yang produktif atau menghasilkan (good debt) ketimbang hutang konsumtif (bad debt), bila perlu ZERO debt

Sebaik apapun bentuk utang, utang tetaplah utang yang harus dilunasi, artinya ada waktu Anda yang terbuang hanya untuk mengurusi utang Anda.

Bagaimana jika saya masih ada utang?  Mulailah dengan menginvestarisir apa saja utang-uutang Anda.  Naikkan statusnya dari utang konsumtif, menjadi utang produktif.  Artinya utang yang menghasilkan pertumbuhan nilai seperti rumah yang disewakan, baru setelah itu ubah total untuk ZERO DEBT.  Sehingga Anda bisa tenang dalam hal keuangan Anda.

6.    Saatnya mencari penghasilan lain di luar waktu kerja ketika usia kerja masih produktif (dana untuk modal kerja)

Salah satu kepastian yang ada di dunia ini adalah masa tua dan kematian.  Sehingga tidak ada yang bisa menghindarinya lagi, suka tidak suka, senang tidak senang, masa itu akan kita semua alami.  Tinggal masalahnya, ada yang siap dan menikmati masa tuanya, ada yang belum siap.

Saat masa muda dan produktiflah, perbanyak bekal yang harus ditanam.  Nanti panennya ketika masa tua, syukur-syukur antara masa menanam dan panen beriringan, sehingga terus dimasa tua.

Tidak cukup hanya mengandalkan satu pendapatan, tetapi banyak pendapatan. Caranya dengan mengambil satu per tiga penghasilan untuk modal kerja.

Lakukan pola ini terus menerus, sehingga Anda punya banyak penghasilan yang bisa Anda nikmati saat waktunya tiba.

Kolom ini diasuh oleh WealthFlow 19 Technology Inc.,Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas). Pertanyaan kirim ke email : [email protected]  SMS 0815 1999 4916.

twitter.com/h4r1soulputra

www.p3kcheckup.com

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement