Selasa 29 Apr 2014 06:24 WIB

Anak Lemah Dalam Menulis dan Mewarnai

Anak menggambar.
Foto: childrenartsfactory.com
Anak menggambar.

REPUBLIKA.CO.ID, Dok, putera saya memiliki kelemahan dalam aspek menulis dan memberikan warna, dia masih sering tampak abstrak dalam menggunakan keahlian tangannya. Padahal usianya sudah 5 tahun.

Bagaimana ya dok yang harus diperbuat? Mohon pencerahan.

Didi (26 tahun)

Jawaban:

 

Dear Pak Didi, kelemahan dalam tekanan motorik halus (menulis, mewarnai, melipat kertas, menali sepatu, mengancingkan baju, dan lain-lain) awalnya diakibatkan adanya gangguan dalam :

1. Sensori integrasi dalam hal proprioseptif (rasa tulang, otot dan sendi) sehingga anak tidak bisa memperkirakan tekanan (otot, tulang dan sendi ) bekerja. Contoh lain, anak tidak tepat sasaran saat harus melempar bola ke sasaran yang ditentukan, terlalu lemah gerakan, dan lain-lain.

2. Gangguan kekuatan otot motorik halus bekerja, sehingga anak cenderung malas menggunakan otot otot motorik halusnya untuk melakukan aktivitas. Ciri otot yang lemah ini nampak bahwa Tonus atau kekenyalan otot lebih rendah dibanding anak yang lain.

3. Endurance otot atau ketahanan otot motorik halus rendah, sehingga anak merasa mudah capai saat melakukan tugas motorik halus.

4. Koordinasi motorik halus kurang bagus, sehingga anak hanya mampu melakukan kegiatan kegiatan motorik halus biasa seperti menekan, mendorong, tapi begitu melakukan kegiatan motorik halus tingkat tinggi atau yang lebih kompleks anak kesulitan, seperti mewarnai dan menulis.

5. Latihan yang kurang atas kegiatan motorik halus terutama kegiatan motorik halus tingkat tinggi seperti ADL (activity daily Living) seperti mengancingkan baju, menali sepatu. Dan juga kegiatan pre schoolar skill seperti menggunting, mewarnai, menulis.

Saran saya, Apa yang harus dilakukan:

1. Latih sensori integrasi anak yang berhubungan dengan proprioseptif (rasa otot, tulang, dan sendi), seperti mendorong beban berat, menarik (tarik tambang, menggantung, melempar, memukul target yang bergerak, memukul target yang diam, dan sebagainya).

2. Latih kekuatan otot anak.

3. Latih endurance (ketahanan otot bekerja) otot motorik halus anak, membantu saat mengaduk adonan kue ibu di dapur, membantu mencuci mengelap mobil ayah, dan sebagainya.

4. Latih koordinasi anak, mewarnai, menulis dengan tulisan tegak dan tulisan sambung.

5. Latihan ADL (activity daily Living), bantu diri dan kemandirian anak (mengancingkan baju, menali sepatu, makan, membersihkan diri usai buang air, dan lain-lain).

Semoga membantu buah hati bapak lebih baik lagi, salam tumbuh kembang bagi Ananda.

dr Tri Gunadi

Direktur Klinik Tumbuh Kembang YAMET di RS Meilia Cibubur

 

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur

Kirim pertanyaan Anda ke email : [email protected]

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement